Nasib seorang yang memiliki tugas menegur yang salah, meluruskan yang bengkok dan membenahi yang keliru seringkali tragis. Pada level atas mungkin bisa berakhir di penjara atau bahkan berakhir pada kematian. Di level bawah mungkin bisa berakhir dengan di caci maki atau rekayasa dan tipu daya dan skenario dengan memanfaatkan orang lain untuk melakukan, mendukung terjadinya keadaan atau kondisi tidak menyenangkan bagi sang penegur dan lain-lain semacamnya. Mengingatkan dan memberi teguran kepada orang di sekitar kita yang melakukan kesalahan merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Sementara di sisi lain kita diharapkan memiliki kepedulian, tidak hanya berpangku tangan dan berdiam diri menyaksikan mereka melakukan kekeliruan. Kemungkinan yang sangat pasti kita terima adalah menghadapi konsekuensi yang tidak menyenangkan. Hampir selalu, kehendak dan niat untuk melakukan kebaikan berhadapan dengan tembok penolakan bahkan dengan kekerasan. Yen ora percaya, jajalen. Dadi wong kang amanah ku...
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa