Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Kalo saya bikin kaos pada mau beli enggak??

"Kalo saya bikin kaos kayak gini pada mau beli enggak??" Itu adalah pertanyaan pertama yang akan muncul ketika orang akan memulai suatu usaha. Tidak terkecuali saya. Memang memulai suatu usaha membutuhkan keberanian. Apalagi orang seperti saya ๐Ÿ˜†. Dulu saya dan suami pernah mencoba peruntungan membuat tasbih atau rosario dan asesoris handmade. Rosario kami titipkan di kios gereja yang memang menjual benda-benda rohani dan itu berjalan lancar. Hanya saja kemudian kiosnya tutup sebab ketiadaan karyawan. Sedangkan asesoris kami titipkan di teman kakak saya. Tetapi yang satu ini bisa dikata kami tertipu. Sebab tidak ada kabar berita. Ditagih tak dibayar, diminta kembali barang titipan kami pun tak dikembalikan. Kakak saya sampai merasa bersalah karena menjadi perantara memperkenalkan kami dengan mereka. Beruntung bahwa kegiatan kami itu adalah usaha sampingan karena kami berdua saat itu sama-sama bekerja. Saya masih bekerja di salah satu developer di Surabaya sebagai account...

Siapa yang akan selalu membantumu dalam setiap situasi?

Jika pertanyaan dalam title di atas ditanyakan pada saya hari ini, maka jawaban saya adalah suami ๐Ÿ˜š. Ya... dialah orang pertama yang akan selalu ada untuk membantu saya dalam segala situasi. Dalam urusan rumah tangga, urusan ngantar orderan minuman OXY Drinking Water dan orderan lain-lain ke customer yang tempat tinggalnya di luar komplek perumahan sampai hal-hal yang terkait dengan kegiatan PKK dan banyak lagi yang lainnya. Berikutnya adalah tetangga saya. Mengapa? Sebab merekalah yang dengan segera mengetahui situasi saya. Dan mereka inilah yang akan menjadi jujugan jika terjadi situasi di mana saya membutuhkan orang lain untuk membantu saya. Misalnya ketika saya mengadakan acara, maka saya membutuhkan bu Adha untuk menyiapkan konsumsi dan segala hal yang terkait dengan makanan๐Ÿ˜Š. Saya membutuhkan bu Mugiono, bu Nanang Eko, bu Yoyok, bu Eko, bu Ujang, bu Toni, bu Drian, bu Lukman, bu Feri, bu Khoirul Kiyar dan ibu-ibu yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu di sini dalam...