Minggu, 29 Juli 2018 sehabis isya adalah hari yang menjengkelkan. Baiklah kisah ini akan saya runtut dari awal. Bermula dari rencana perayaan Agustusan yang wah...yang begitu semangatnya ingin diwujudkan oleh sang ketua panitia tanpa memperhitungkan anggaran. Anggaran yang kami punya hanya Rp. 3.500.000 dan itu sudah disampaikan kepada beliaunya. Memang...suami sebagai ketua RT tidak mengingatkan dengan tegas mengenai ini, hanya mengingatkan tentang nominal anggaran. Mengatakan demikian, "Kalau aku se yo setuju wae. Anggarane yang ada itu...sekitar Rp. 3.500.000 - 3.600.000...nanti tak tanya bendahara". Sebagai panitia mestinya dengan nominal anggaran yang minim yang kemungkinan kecil mengadakan acara pentas seni dengan menyewa panggung akan mengubah konsep menjadi acara yang lebih sederhana. Atau jika ingin tetap jalan, maka dia akan memikirkan cara untuk mencari dana dengan mungkin membentuk tim pencari dana atau bagaimanalah...bukan dengan enteng menyerahkan kembali ke p...
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa