Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Bagian Dari Kesedihan Yang Dikisahkan

Minggu, 29 Juli 2018 sehabis isya adalah hari yang menjengkelkan. Baiklah kisah ini akan saya runtut dari awal. Bermula dari rencana perayaan Agustusan yang wah...yang begitu semangatnya ingin diwujudkan oleh sang ketua panitia tanpa memperhitungkan anggaran. Anggaran yang kami punya hanya Rp. 3.500.000 dan itu sudah disampaikan kepada beliaunya. Memang...suami sebagai ketua RT tidak mengingatkan dengan tegas mengenai ini, hanya mengingatkan tentang nominal anggaran. Mengatakan demikian, "Kalau aku se yo setuju wae. Anggarane yang ada itu...sekitar Rp. 3.500.000 - 3.600.000...nanti tak tanya bendahara". Sebagai panitia mestinya dengan nominal anggaran yang minim yang kemungkinan kecil mengadakan acara pentas seni dengan menyewa panggung akan mengubah konsep menjadi acara yang lebih sederhana. Atau jika ingin tetap jalan, maka dia akan memikirkan cara untuk mencari dana dengan mungkin membentuk tim pencari dana atau bagaimanalah...bukan dengan enteng menyerahkan kembali ke p...

Semangat Berbagi Dan Bersyukur

Dalam kehidupan saya, saya telah memiliki kesempatan sakral untuk bertemu dengan banyak orang dengan berbagai kesedihan yang tampaknya telah memberikan dampak yang sangat mendalam bagi jiwa mereka. Di saat-saat seperti ini, saya mendengarkan curahan hati para saudara dan saudari terkasih saya dan berduka bersama mereka atas beban mereka. Saya merenungkan apa yang harus diucapkan kepada mereka, dan saya telah bergumul untuk mengetahui bagaimana menghibur dan mendukung mereka dalam cobaan-cobaan mereka. Sering kali kesedihan mereka disebabkan oleh apa yang bagi mereka tampaknya sebagai suatu akhir. Beberapa ada yang menghadapi akhir dari suatu hubungan yang dihargai, seperti kematian seseorang yang dikasihi atau hubungan yang renggang dengan seorang anggota keluarga. Yang lain merasa mereka menghadapi akhir dari suatu harapan—harapan untuk menikah atau melahirkan anak atau mengatasi suatu penyakit. Yang lainnya mungkin menghadapi akhir dari iman mereka, ketika pengaruh-pengaruh yang me...

Hati Kita Itu Seperti Sebuah Kebun

Ketika kita dikelilingi oleh tanaman hidup yang sedang tumbuh — ketika kita berjalan atau bekerja di tengah-tengah keindahan ciptaanNya — kita, entah bagaimana, merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Seorang penyair pernah mengamati bahwa “hanya Tuhan yang dapat membuat pohon.” Namun ketika kita menanam benih dan melihatnya tumbuh, kita merasa seolah-olah kita adalah rekan-rekan-Nya - berpartisipasi dengan Dia dalam menghasilkan kehidupan baru, berbagi dalam kegembiraan, sukacita , harapan. Kita tidak bisa tidak dipenuhi dengan rasa kagum dan heran. Tetapi ada sesuatu yang dapat merusak keindahan yang berharga itu — sesuatu yang harus kita waspadai dan waspadai. Yaitu... gulma. Gulma adalah hama yang menimpa kehidupan tanaman, dan kita harus menyingkirkan dengan cara terbaik yang kita ketahui. Demikian juga dengan hati kita. Benih keegoisan, keserakahan, dan iri hati. Akar kebencian, kepahitan, dan tidak memaafkan. Bahkan dosa yang tampaknya kecil dapat tumbuh seperti rumput li...

Zaman Modern

ZAMAN   modern yang diwarnai dengan persaingan ketat, menuntut orang untuk bekerja lebih keras. Hari demi hari berlalu begitu saja, dipenuhi dengan kesibukan. Hampir semua bidang kehidupan diwarnai oleh perjuangan saling mendahului dan saling mengalahkan.  Sementara perasaan tidak puas dan kurang bahagia tetap menghantui, meski prestasi, harta, popularitas dan kekuasaan sudah didapatkan. Realitas semacam ini pada akhirnya mendorong munculnya ketegangan atau strees. Pada titik inilah masyarakat membutuhkan hiburan setelah tertekan oleh dinamika kehidupan yang kian kompleks. Namun dibalik kebutuhan akan hiburan, kita tetap harus menjaga diri, memilih hiburan yang sehat bagi jiwa dan raga tanpa mengantar kita "keluar dari jalur". Semoga pengalaman akan cintaNYA, menumbuhkan kekuatan bagi kita untuk terus melangkah di jalanNYA; senantiasa memiliki semangat baru untuk mengenali dan menemukan kehendakNYA, yang akan menuntun dan mengarahkan kita menuju keselamatan abadi. ...

Kecenderungan Untuk Menjadi Yang Terbesar

Manusia mempunyai kecenderungan naluriah (insting). Jika kecenderungan naluriah ini dibiarkan bergerak dengan bebas, maka kita akan berbenturan satu sama lain. Mengapa? Karena sifat paling dasar dari naluri adalah ingin menang sendiri.   Inti persoalan yang sebenarnya, yaitu “ke-akua-an” (ego).  Siapa yang terbesar di antara yang lain. Masing-masing merasa bahwa dialah yang terbesar dari yang lainnya. Mulut orang bisa saja bicara tentang pengabdian atau tentang pengorbanan. Tetapi, adakalanya, tujuan dari semua itu adalah untuk menunjukkan ke-aku-annya.  Dan dalam sebuah komunitas atau masyarakat, jika kita seorang leader, dan harus membuat sebuah keputusan, a dakalanya orang tidak memahami sesuatu atau tidak mengetahui semua faktor di balik sebuah keputusan yang kita ambil tetapi melontarkan kata-kata yang negatif dan kritis.  Menurut seorang kawan,  j ika ada perbenturan, sembilan puluh persen disebabkan karena kecenderungan ke-aku-an. Dari situlah kemud...

Bisaa Rumangsa

Tampaknya ungkapan   aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa   semakin jauh dari pergaulan dewasa ini. Era keterbukaan dan demokrasi yang melanda masyarakat dari kota metropolitan hingga pelosok desa telah mengubah cara berpikir masyarakat, termasuk masyarakat Jawa, sehingga muncul arogansi yang ujung-ujungnya memunculkan tindakan saling melemahkan atau memojokkan satu dengan yang lain, baik pada bidang sosial, ekonomi, politik, maupun hukum. Salah satu buktinya, pergantian pimpinan pemerintahan (mulai dari presiden, gubernur, hingga lurah di pedesaan) lebih sering diawali dengan dorongan untuk saling menjatuhkan (istilah Jawanya me­-­ lengser -kan) melalui tindakan “mengkritik”, “menghujat”, dan sebagainya. Situasi saling menjatuhkan tersebut diperparah dengan lahirnya budaya kritik yang disampaikan secara tidak berbudaya atau kritik yang didasarkan pada   rasa pamrih   atau   meri  (pamrih atau iri hati), bukan kritik konstruktif (kritik membangun) yang...

Saling Mengingatkan dan Saling Meneguhkan

Tak selamanya sebuah pertemanan itu berjalan aman-aman saja. Ada episode di mana terkadang ada pertengkaran kecil. Terkadang perbedaan sikap dan cara pandang menjadi faktor penyebabnya. Perlu diingat bahwa teman yang baik bukanlah seorang yang selalu membenarkan perbuatan kita. Teman terbaik adalah seseorang yang berusaha untuk membawa kebenaran disetiap tindakan kita. Pertemanan yang sehat adalah pertemanan yang di antaranya terdapat saling menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Jika diberi nasehat atau menerima saran atau masukan, dengar apa yang diucapkan, apa yang disampaikan. Fokus pada inti topik dan jangan melihat pada siapa yang berbicara. Fokus pada inti point, jangan direpotkan oleh hal-hal yang tak perlu yang justru mengganggu. Adakalanya sebuah tugas bukanlah menjadi tanggungjawab pribadi. Adakalanya sebuah karya adalah karya bersama. Karenanya, pada titik itu, semestinya kita pun selalu dalam kebersamaan. Kita saling mengingatkan dan sali...

Niat Baik Semoga Terwujud Nyata 🙏

Profesi sekarang selain mengurus keluarga juga menjalani bisnis online, menjual produk rumah tangga, dll.  Sebelumnya, saya tidak pernah jualan. Baru ketika tidak diijinkan suami bekerja setelah resign dari pekerjaan saya sebelumnya sebagai accounting di sebuah pengembang, saya mulai belajar jualan, meski sampai hari ini belum punya brand usaha sendiri. Saya memutuskan jualan online awalnya karena ingin memiliki penghasilan sendiri, sebab saya terbiasa memiliki penghasilan sendiri dan juga tetap ingin bisa turut serta dalam aktifitas sosial dengan memberikan sumbangan berupa sedekah bagi yang membutuhkan dari hasil usaha sendiri, intinya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Selama berjualan via online pasti ada suka dukanya. Sukanya saat barang dagangan laris bisa menjangkau target market yang luas 😊. Sampai saat ini, omset saya dalam memasarkan produk-produk, memang belum mencapai puluhan juta rupiah.  Pengalaman positif negatif saat berjualan pernah saya ras...