Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Mencintai Itu Mengagumkan Dan Sulit

Saya pikir mencintai semua orang itu mengagumkan, dan tidak mungkin 🤔. Sebuah goal yang tidak akan pernah saya capai. Bagaimana bisa Anda mencintai semua orang? Beberapa tahun kemudian, saya mulai mengerti apa maksudnya. Selanjutnya, saya mulai mencoba. "Cinta". Kata itu sering memunculkan pikiran romantis pada awalnya, mawar merah, hati dan ciuman dalam suasana yang indah, bahagia. Itulah jenis cinta yang paling sering kita lihat dalam iklan. Tapi cinta ada bermacam-macam. Cinta keluarga, cinta teman, cinta tokoh religius, barang material, hewan peliharaan dan sebagainya. Saya penganut Katolik. Sebelum semua aturan gereja, datang perintah ini, Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.  (Yoh 15:12-13) Setiap agama di dunia mengkhotbahkan cinta, tetapi sering kita tidak mempraktekkannya. Peraturan yang paling penting...

Mencoba Memahami Kehidupan

Mencoba memahami masalah kehidupan manusia, tanpa mengubah sedikitpun konsep dan kepercayaan yang diyakini itu sendiri, menyederhanakan isi kandungannya sesuai dengan tingkat pemahaman diri sebagai awam, saya mendapati bahwa ada dua ruang di sekitar kita yaitu ruang di mana kita hidup sekarang, yang dapat kita ketahui melalui panca indera kita dan ruang di dalam pikiran yang merujuk pada pengetahuan yang lebih tinggi dan abstrak. Permasalahan 'ruang di dalam pikiran' adakalanya mengalami distorsi dengan permasalahan 'ruang di luar pikiran', tetapi keduanya saling melengkapi dan menjelaskan perwujudan masing-masing. Pikiran adalah entitas yang paling misteri. Kaitan pikiran dan tubuh adalah misteri yang sering dibahas. Orang-orang pilihan Tuhan biasanya merupakan orang yang disegani dari segi akhlak dan sikap yang terpuji. Mereka tidak suka orang di sekelilingnya terlalu menyanjung dirinya. Pengikutnya mengikuti ajaran-ajaran mereka dengan rela (bukan dengan tendensi) ...

Ketekunan

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.  (Ibr 12:1-2) Yesus berhadapan dengan para oposisi di sepanjang jalan -dari Pilatus, orang-orang yang tidak percaya, pemimpin agama bahkan muridNya sendiri. Sebelumnya dikisahkan bahwa Petrus memotong telinga salah satu pria yang datang untuk menangkap Yesus. Dalam Yohanes 18:11 ditulis, kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?" Bahkan Maria, ibu Yesus ketika ia melihat-Nya jatuh, ia berlari menghampi...