Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Jangan Pilih Pemimpin yang Diskriminatif

Masyarakat perlu konsisten menolak Perda dan peraturan lainnya yang diskriminatif. Suatu saat yang mayoritas bisa ada dalam posisi minoritas, dan berpotensi jadi korban. Bentuk diskriminasi dalam politik bisa bermacam-macam. Ada yang menghambat berdirinya rumah ibadah dari agama tertentu dengan tujuan untuk menghambat ekspansi berkembangnya umat agama tersebut. Ada yang mempersulit berlangsungnya kegiatan ibadah agama tertentu dengan menetapkan syarat-syarat secara sepihak. Ada yang mewajibkan calon kepala daerah untuk mempertunjukkan kefasihannya membaca kitab suci agama di depan publik, yang berarti menghambat calon dari agama lain yang bukan dianut oleh mayoritas penduduk di daerah itu.  Pada pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan, “Diskriminasi adalah pembatasan, pelecehan atau pengecualian yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan kepada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, gologan, status sos...

Berapa Banyak Hidup yang Dihabiskan Untuk Menyenangkan Orang?

Berapa banyak hidup saya yang saya habiskan untuk menyenangkan orang? Ternyata banyak. Saya menyadari ini ketika membaca Sarah Knight's The Life-Changing Magic of Not Giving F * ck, sebuah parodi baru dari best seller Marie Kondo, The Life-Changing Magic of Tidying Up. Saya pergi ke tempat-tempat yang tidak ingin saya kunjungi dan melakukan hal-hal yang tidak ingin saya lakukan untuk menyenangkan orang lain, meskipun itu merugikan saya secara emosional atau finansial. Seperti banyak wanita pada khususnya, saya meminta maaf ketika saya tidak melakukan kesalahan dan meyampaikan "hanya" ke email/WA saya sehingga tidak mengucapkan terlalu dalam. Saran utama Knight bagi saya adalah eksplisit: Stop giving a f*ck. Bagaimana Anda menghentikan orang yang menyenangkan dan tidak menjadi brengsek? Inilah yang saya pelajari. Metode NotSorry. Jawaban Knight untuk Metode KonMari Kondo adalah Metode NotSorry. Ketika menilai apakah Anda benar-benar peduli (beri nilai F) tentang ses...

Nikah Dengan Yang Cantik/Tampan Untuk Memperbaiki Keturunan, Benarkah?

Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan dengan pernikahan seorang lelaki Magelang dan bule perempuan dari Inggris. Sebetulnya, pernikahan antar negara ini bukan menjadi hal aneh di Indonesia. Hal ini sudah terjadi berulang kali. Namun, tampaknya pernikahan mereka menjadi heboh, dikarenakan ada kesan yang mendeskreditkan sosok pria yang berhasil mendapatkan sang perempuan bule tersebut. Apalagi di berbagai pemberitaan, judul yang sering digunakan adalah, ‘Pria asal Magelang ini—berhasil—nikah dengan bule cantik dari Inggris.’ Hal ini semakin dibuat heboh dengan dihiasi foto-foto yang menampakkan perbedaan warna kulit dan fisik mereka. Tak lupa, ditambahi bumbu-bumbu cerita tentang perbedaan status sosial ekonomi di antara keduanya. Tak mengherankan, dengan narasi ini, masyarakat seolah-olah kompak menganggap bahwa: sang lelaki sungguh beruntung sekali mendapatkan perempuan bule tersebut. Eh, tapi tunggu dulu. Bolehkah kita tidak mudah menyimpulkan sesuatu hanya dari ‘sesuatu yan...

Baiknya Menghindari Orang-orang Yang Dapat Membawa Pengaruh Buruk

Tahun baru tiba, saatnya untuk membuat hal yang lebih baik untuk kemajuan diri, salah satunya bisa dimulai dari lingkungan pertemanan. Secara tidak langsung, lingkungan pertemanan mempengaruhi perilaku kita. Jika berkumpul dengan orang-orang yang positif, maka kita juga akan mendapatkan energinya. Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang negatif, akan membawa dampak buruk pada kebiasaan kita. Untuk itu, tahun ini baiknya menghindari orang-orang yang dapat membawa pengaruh buruk pada hidup, seperti enam tipe ini yang saya repost dari Huffpost, Kamis (3/1). Menghilang tiba-tiba Tipe seperti ini biasanya akan pergi jika sudah menemukan teman baru. Awalnya, mereka akan penuh perhatian dan mampu menarik rasa simpati. Namun, mereka bisa menghilang begitu saja tanpa ada komunikasi. Tidak dewasa Berteman dengan seseorang yang memiliki sifat kekanak-kanakan atau tidak dewasa memang sangat merepotkan. Biasanya, mereka terus-menerus meminta pertolongan untuk menyelesaikan masalahnya. Se...