Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Mempertahankan Kemarahan Hanya Membuat Kita Lebih Sakit

Dalam rangka untuk mengatasi bagaimana kebencian dan kemarahan, pertama kita harus memahami sifat marah, berbagai jenis kemarahan dan berbagai penyebab kemarahan dan kebencian. Kemarahan adalah masalah besar di dunia saat ini - banyak orang hidup dalam stress yang konstan dan merasa seperti pressure cooker yang akan meledak dan kadang-kadang kemarahan hanyalah bentuk pelepasan. Seorang sopir taksi membunyikan klakson dan berharap setiap orang memberi jalan dengan cara seperti itu. Sayangnya, dia tidak dapat mengendalikan situasi eksternal, tetapi dia dapat memilih bagaimana dia merespon dan bereaksi terhadap mereka. Kemarahan adalah respon dan reaksi terhadap situasi kehidupan, tetapi bukan satu-satunya respon atau reaksi yang tersedia - oleh karena kemarahan adalah sebuah pilihan.

Kasihilah Musuhmu, Berbuatlah Baik Kepada Orang Yang Membencimu

"Tetapi, kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata : Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." (Lukas 6:27-28) Semua tentu setuju, bahwa kita harus menahan keinginan untuk membalas dendam kepada orang yang melukai kita sesuai perbuatannya, namun tidak semua bisa melakukan untuk mengasihi musuh atau yang pernah menganiaya kita. Apabila kita hanya harus mengasihi sesama kita dan kata 'sesama' didefinisikan agak sempit, maka bisa diperdebatkan bahwa kita bebas membenci mereka yang bukan sesama kita. Ada kesulitan yang terletak dalam kaitan sentimental kata 'kasih' yang dimiliki kebanyakan kita. Kasih yang dibicarakan di sini bersifat amat praktis. Mengasihi sesama manusia diwujudkan melalui cara menolong dia pada saat dibutuhkannya. Akan tetapi, apabila kita berpikir bahwa kita harus mengembangkan lebih banyak perasaan terhadap musuh, ketika ...