Umumnya memang takdir dan nasib diartikan sama, bahkan dalam bahasa Inggris juga demikian. Takdir dan nasib umumnya diterjemahkan sebagai ‘ destiny, fate ’, yang artinya mengarah kepada ’segala sesuatunya sudah ditentukan dari ‘Atas’ (yaitu Tuhan) dan manusia tidak ada andil/ kehendak bebas untuk mengubahnya. Dalam ajaran Katolik, justru ada kehendak bebas pada manusia yang dapat memilih hendak bekerjasama dengan kehendak Allah atau tidak. Mungkin kita perlu menelaah, apa bedanya, arti ‘ditentukan’ dengan ‘ditakdirkan’? ‘Ditentukan’ di sini adalah berkaitan dengan kehendak Tuhan. 1. Kehendak Allah yang universal terhadap semua manusia, yaitu agar semua manusia di selamatkan 2. Kehendak Allah yang melibatkan pihak kehendak bebas manusia; sehingga meskipun Allah menghendaki semua manusia diselamatkan, namun karena Allah menghormati keputusan kehendak bebas manusia yang menolak-Nya, maka tidak semua dari yang ditentukan Allah sejak semula untuk diselamatkan, dapa...
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa