Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Menghadapi Guru yang Mengatakan “Bodoh” pada Anak di Sekolah Menengah Pertama Katolik

Sekolah, khususnya sekolah Katolik, seringkali dipandang sebagai tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk watak, iman, dan kepribadian seorang anak. Di sinilah nilai-nilai kasih, penghargaan terhadap martabat manusia, serta semangat pelayanan seharusnya menjadi dasar dari seluruh proses belajar mengajar. Namun, realitasnya tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya seorang anak menghadapi pengalaman yang menyakitkan, misalnya ketika seorang guru mengatakan dirinya bodoh di hadapan teman-teman. Bagi orang tua, pengalaman seperti ini tentu menimbulkan keprihatinan mendalam. Kata-kata yang seolah sederhana itu bisa melukai hati, mengganggu rasa percaya diri, bahkan menimbulkan trauma yang memengaruhi proses belajar anak. Bagaimana sebaiknya orang tua menghadapi situasi semacam ini? 1. Menyadari Dampak Psikologis pada Anak Anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP) sedang berada pada tahap perkembangan psikologis yang krusial. Mereka mencari jati diri...

Opini: Menyikapi Permintaan Dukungan Dana dalam Reuni Keluarga

Reuni keluarga adalah salah satu momen berharga yang sering kali ditunggu-tunggu. Ia menghadirkan kesempatan untuk kembali berkumpul, berbagi cerita, melepas rindu, dan memperkuat ikatan persaudaraan. Namun, di balik semangat kebersamaan, tidak jarang muncul persoalan yang cukup sensitif—terutama soal keuangan. Salah satu contoh kasus yang sering menimbulkan dilema adalah ketika muncul indikasi permintaan dukungan dana dari keluarga luar kota untuk biaya penginapan. Permintaan itu kadang tersirat, kadang tersurat, bahkan ada kalanya disampaikan dengan cara yang terkesan sedikit memaksa atau manipulatif. Sementara kita tahu, ketika reuni diadakan di luar kota, pihak yang datang biasanya mencari penginapan dan menanggung biaya sendiri tanpa menuntut keluarga setempat. Dalam situasi ini, pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana sebaiknya sikap kita? Mengingat Tujuan Reuni: Merajut, Bukan Membebani Reuni keluarga idealnya menjadi wadah untuk merajut kembali jalinan persaudaraan. Tujuannya...