Dalam perjalanan pelayanan atau kehidupan berkomunitas, tidak jarang terjadi perbedaan pandangan dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh yang kerap muncul adalah ketika ketua panitia membuat keputusan tanpa melibatkan anggota komunitas yang tidak hadir dalam rapat . Dari sisi kepemimpinan, keputusan seperti itu sering dianggap wajar dan praktis: “Mereka tidak hadir, berarti mereka tidak bisa ikut menentukan.” Namun di sisi lain, muncul kecemasan dan kekhawatiran dari anggota lain yang hadir, terutama mengenai bagaimana pelaksanaan kegiatan nantinya akan berjalan. Para anggota yang mengikuti rapat mungkin mulai bertanya-tanya: "Apakah acara bisa berjalan lancar kalau hanya beberapa orang yang aktif?" "Bagaimana kalau di hari pelaksanaan nanti kita kekurangan tenaga?" Kecemasan inilah yang kemudian mendorong sebagian dari mereka untuk melakukan pendekatan personal kepada anggota yang sebelumnya tidak hadir dalam rapat. Mereka berusaha mengajak, bukan deng...
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa