Fenomena seperti ini sangat kerap terjadi, di mana seseorang atau bahkan hanya sebatas anggota keluarga yang memiliki jabatan terutama di instansi pemerintah, menjadikan kedudukannya tersebut untuk menunjukkan superior saat berkonflik dengan orang lain. Sikap superioritas yang ditunjukkan bisa jadi muncul akibat ia terbiasa menyalahgunakan fasilitas milik suami atau bapaknya. Kondisi itulah yang kemudian membuat seorang istri atau anak dengan mudahnya membawa-bawa pangkat dan kedudukan suami atau bapaknya saat berseteru. Sosiolog Universitas Indonesia menilai, bahwa orang yang mempunyai kedudukan memang kerap memiliki kecenderungan untuk menunjukkan superioritasnya saat berkonflik dengan orang lain. Dia merasa kedudukan sosialnya lebih tinggi buat menakuti orang, buat menekan orang yang lawan dia, siapa pun lawannya, ditekan dengan modal itu. "Aku anaknya ini", dan lain-lain. Cara menyelesaikan konflik seperti itu, memang cenderung dilakukan oleh orang yang memiliki kedud...
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa