Di tempat ini dulu saya bermain. Dulu, tidak banyak rumah-rumah berdiri. Ada pohon asam besar di tengah jalan itu. Kami sering memakainya sebagai pal saat kami bermain benteng-bentengan. Juga ada pohon keres di sebelah itu, dulu di situ ada pagar tembok pembatas antara rumah petak di mana kami dulu tinggal dan halaman rumah milik tetangga kami. Rumah petak itu sering kami sebut bedagan. Saya juga tidak terlalu paham mengapa disebutnya demikian. Mungkin karena rumah tersebut terdiri dari lima rumah berjajar dalam satu area yang di beri pagar tembok sebagai pembatas dengan halaman rumah di depannya. Kebetulan penghuni ke lima rumah berjajar tersebut adalah para Pegawai Negeri, baik itu guru, pegawai bank, dan petugas RS/Puskesmas.
Tentang segala yang tertangkap panca indera dan rasa