Langsung ke konten utama

Filosofi Biji Gandum

Biji gandum itu tidak akan efektif dan berguna jika tetap disimpan saja seperti apa adanya, meski (sepertinya) dalam keadaan selamat dan aman. Hanya jika ia dilempar di tanah yang dingin, ditanam, ia akan berbuah.

Terkadang terjadi, bahwa hanya jika seseorang menghancurkan maksud-maksudnya dan ambisinya sendiri, dia menjadi sungguh-sungguh berguna. Hanya setelah ia mengubur ambisi-ambisi pribadi, ia menjadi berguna.

Pada umumnya, orang yang mencintai hidupnya terdorong oleh dua macam tujuan, oleh nafsu mementingkan diri sendiri dan oleh keinginan untuk keamanan.

Kita hanya berpikir tentang apa yang akan menjadi kehilangan bagi dunia ini jika seandainya tidak ada orang-orang yang bersedia untuk melupakan keselamatan dan kepentingan dirinya sendiri dan kemajuan bagi diri sendiri. Dunia ini berhutang banyak sekali kepada orang-orang yang menghabiskan kekuatannya tanpa perhitungan untung rugi dan memberikan dirinya sendiri kepada orang lain. Pastilah kita akan berada lebih lama di dunia ini jika kita bersantai-santai saja, jika kita menghindari semua ketegangan, jika duduk di depan perapian dan menghemat kehidupan, jika kita memelihara diri kita seperti seorang yang selalu mengkhawatirkan tentang kesehatannya. Tidak dapat diragukan bahwa kita akan lebih lama berada di dunia, akan tetapi kita tidak pernah akan (benar-benar) hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...