Tak selamanya sebuah pertemanan itu berjalan aman-aman saja. Ada episode di mana terkadang ada pertengkaran kecil. Terkadang perbedaan sikap dan cara pandang menjadi faktor penyebabnya.
Perlu diingat bahwa teman yang baik bukanlah seorang yang selalu membenarkan perbuatan kita. Teman terbaik adalah seseorang yang berusaha untuk membawa kebenaran disetiap tindakan kita. Pertemanan yang sehat adalah pertemanan yang di antaranya terdapat saling menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Jika diberi nasehat atau menerima saran atau masukan, dengar apa yang diucapkan, apa yang disampaikan. Fokus pada inti topik dan jangan melihat pada siapa yang berbicara. Fokus pada inti point, jangan direpotkan oleh hal-hal yang tak perlu yang justru mengganggu.
Adakalanya sebuah tugas bukanlah menjadi tanggungjawab pribadi. Adakalanya sebuah karya adalah karya bersama. Karenanya, pada titik itu, semestinya kita pun selalu dalam kebersamaan. Kita saling mengingatkan dan saling meneguhkan.
"Hal berharga" itu bisa datang kapan saja dan di mana saja. Bisa dalam bentuk apa saja, bahkan melalui kritikan pedas (selama itu kebenaran tetaplah kebenaran).
Beruntunglah saya dan anda jika masih memiliki teman yang bersedia mengingatkan. Teman itu seperti dua buah telapak tangan yang saling bertangkupan, masing-masing jemari bertautan, saling mengisi bagian-bagian yang kosong di antaranya. Saling mengingatkan dan saling meneguhkan.
Perlu diingat bahwa teman yang baik bukanlah seorang yang selalu membenarkan perbuatan kita. Teman terbaik adalah seseorang yang berusaha untuk membawa kebenaran disetiap tindakan kita. Pertemanan yang sehat adalah pertemanan yang di antaranya terdapat saling menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Jika diberi nasehat atau menerima saran atau masukan, dengar apa yang diucapkan, apa yang disampaikan. Fokus pada inti topik dan jangan melihat pada siapa yang berbicara. Fokus pada inti point, jangan direpotkan oleh hal-hal yang tak perlu yang justru mengganggu.
Adakalanya sebuah tugas bukanlah menjadi tanggungjawab pribadi. Adakalanya sebuah karya adalah karya bersama. Karenanya, pada titik itu, semestinya kita pun selalu dalam kebersamaan. Kita saling mengingatkan dan saling meneguhkan.
"Hal berharga" itu bisa datang kapan saja dan di mana saja. Bisa dalam bentuk apa saja, bahkan melalui kritikan pedas (selama itu kebenaran tetaplah kebenaran).
Beruntunglah saya dan anda jika masih memiliki teman yang bersedia mengingatkan. Teman itu seperti dua buah telapak tangan yang saling bertangkupan, masing-masing jemari bertautan, saling mengisi bagian-bagian yang kosong di antaranya. Saling mengingatkan dan saling meneguhkan.
Komentar