Langsung ke konten utama

Baiknya Menghindari Orang-orang Yang Dapat Membawa Pengaruh Buruk

Tahun baru tiba, saatnya untuk membuat hal yang lebih baik untuk kemajuan diri, salah satunya bisa dimulai dari lingkungan pertemanan. Secara tidak langsung, lingkungan pertemanan mempengaruhi perilaku kita.

Jika berkumpul dengan orang-orang yang positif, maka kita juga akan mendapatkan energinya. Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang negatif, akan membawa dampak buruk pada kebiasaan kita.

Untuk itu, tahun ini baiknya menghindari orang-orang yang dapat membawa pengaruh buruk pada hidup, seperti enam tipe ini yang saya repost dari Huffpost, Kamis (3/1).

Menghilang tiba-tiba

Tipe seperti ini biasanya akan pergi jika sudah menemukan teman baru. Awalnya, mereka akan penuh perhatian dan mampu menarik rasa simpati. Namun, mereka bisa menghilang begitu saja tanpa ada komunikasi.

Tidak dewasa

Berteman dengan seseorang yang memiliki sifat kekanak-kanakan atau tidak dewasa memang sangat merepotkan. Biasanya, mereka terus-menerus meminta pertolongan untuk menyelesaikan masalahnya. Selalu ada drama baru yang mereka ciptakan untuk menarik simpati.

Narsis

Teman yang narsis cenderung memiliki sifat egois atau memikirkan diri sendiri. Oleh karenanya, lebih baik menghindari tipe teman ini.

"Orang-orang yang hanya menerima berpikir dunia adalah semua tentang mereka. Mereka akan membuat kesal secara emosional. Jangan biarkan mereka ada di ruang dalam hidupmu," - Talia Wagner, terapis pernikahan dan keluarga di Los Angeles.

Tukang kritik

Saling bertukar pendapat dan pandangan memang bagus dalam pertemanan. Namun, jika ia terus mengkritik semua yang kita pilih, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali tempat mereka di hidup kita.

Pencari perhatian

Orang yang mencari perhatian biasanya akan mendominasi percakapan dan mendikte semua rencana. "Mereka merasa tahu apa yang terbaik untuk semua orang dan akan memberitahumu apa itu, meski kita tidak pernah bertanya. Jika kita tidak menyukai atau bosan, mereka akan beralih ke orang lain yang akan mendukung kejenakaan mereka," - Becky Whetstone, terapis pernikahan dan keluarga di Little Rock, Arkansas.

Penghasut

Dalam hidup, pasti kita akan menemukan tipe teman yang seperti ini. Jika sedang ada gosip terbaru, kita pasti mendengarnya dari orang-orang tipe ini. Bahayanya adalah kita juga bisa jadi bahan gosipnya.

"Biasanya mereka tidak dapat dipercaya dan tidak setia dalam hubungan, dan mereka menunjukkan ini dalam cara-cara kecil yang tak terhitung jumlahnya. Ingatlah penghasut benar-benar berkembang ketika menciptakan perpecahan, menimbulkan keraguan, dan ketidakpastian," -Becky.

Pray: Bebaskanlah kami dari yang jahat. Aamiin 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...