Menangis adalah ekspresi alami manusia. Ketika sedih, kecewa, marah, atau bahkan terharu, air mata bisa mengalir begitu saja tanpa bisa ditahan. Namun, di banyak lingkungan, menangis sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan. Anak-anak diminta berhenti menangis dengan cepat, orang dewasa merasa malu jika terlihat menangis, dan laki-laki sering kali didoktrin untuk menahan air mata mereka demi menjaga citra "kuat."
Tapi benarkah menangis harus dikendalikan sedemikian rupa? Haruskah seseorang meminta izin untuk menangis, seolah itu tindakan yang melanggar norma?
Menangis bukanlah sesuatu yang perlu mendapat izin. Ini adalah bentuk pelepasan emosi yang sehat dan wajar. Banyak penelitian menunjukkan bahwa menangis bisa meredakan stres, membantu seseorang merasa lebih lega, dan bahkan memiliki manfaat fisiologis seperti menurunkan tekanan darah.
Menurut penelitian, perempuan menangis sekitar 47 kali dalam setahun, sedangkan laki-laki hanya tujuh kali. Tingginya hormon prolaktin dalam tubuh wanita diduga jadi penyebabnya.
Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat menyebutkan, 9 dari 10 orang mengaku merasa lebih lega setelah menangis. Bahkan, para ahli juga percaya kalau menangis bisa menyembuhkan sakit dan meningkatkan kadar hormon adrenalin.
Menangis adalah pelepasan emosi yang paling tepat saat tak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata. Menurut Profesor William Frey, ahli tangis dari AS, air mata yang dikeluarkan saat kita sedang emosional mengandung hormon endorphin atau stres sehingga bisa membuat perasaan lebih plong. Menangis juga diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.
Bila ada yang masih takut disebut cengeng karena menangis, sebaiknya simak manfaat dari mencucurkan air mata berikut ini.
* Minta tolong
Tak semua hal bisa diungkapkan lewat kata-kata. Demikian juga saat kita sedang membutuhkan bantuan orang lain. Saat air mata mengalir, ini bisa jadi tanda Anda butuh dibantu. Tangisan juga kerap menimbulkan rasa iba orang lain.
* Melepas stres
Setelah menangis hati yang sesak pun langsung terasa lega. Penelitian pun menunjukkan bahwa air mata yang keluar bisa melegakan rasa stres.
* Meredakan sakit
Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menunjukkan, orang yang lebih sering menangis lebih jarang mengalami sakit encok. Para ahli menduga hal itu berkaitan dengan dikeluarkannya hormon endorphins atau hormon antisakit saat kita menangis.
* Lebih kuat
Selama dan setelah menangis kita akan menarik napas dalam sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat. Hal ini akan membuat mental dan fisik terasa lebih kuat.
Melihat banyaknya manfaat dari tangisan, para peneliti di AS kini merekomendasikan terapi menangis untuk orang-orang tertentu, terutama mereka yang punya kesulitan dalam mengekspresikan emosinya.
Jadi, jika seseorang ingin menangis, biarkanlah. Jangan menahan atau meminta izin untuk merasakan emosi yang manusiawi. Sebaliknya, masyarakat harus lebih terbuka dan memahami bahwa menangis bukan kelemahan, melainkan bagian dari proses penyembuhan dan ekspresi diri yang seharusnya diterima tanpa perlu merasa bersalah.
Komentar