Langsung ke konten utama

Dijauhi Teman - Teman...hhhh 🥴

Ketika kita ditimpa musibah dan kabar itu tersiar ke mana-mana, seringkali kabar itu pun membuat keluarga disorot. Apalagi jika itu pengembangan dari suatu keadaan yang menimpa anggota keluarga yang lain.

Bantuan dan dukungan keluarga terkait apa yang terjadi, baik sebagai kakak atau adik, meskipun tidak berada di dekat kita karena tinggal di kota atau negara lain dan tidak tahu menahu dengan kejadian sesungguhnya, akan tetapi tetap memberikan dukungan yang terbaik untuk kita, itu bagaikan air yang menghilangkan dahaga.

Terkait teman yang menjauh ketika kita punya masalah...hhhh sepertinya itu sudah lazim. Sering kali teman-teman yang kita percaya dan kita pikir tidak akan berbuat jahat malah berbuat sebaliknya di belakang. Kita-lah yang dituntut untuk sabar, jangan sampai kejadian yang sedang menimpa membawa kita jauh terpuruk.

Selalu ada cobaan di dalam hidup yang harus dihadapi dengan pikiran positif.

Soal orang-orang yang menghujat kita, itu bisa jadi pengalihan dosa.

Doa keluarga (orangtua, kakak dan adik) untuk kita dan seluruh keluarga, itu adalah penguat. Seburuk apapun kejadian dan cibiran orang terhadap kita, anggap saja bahwa itu adalah pengalihan dosa. Puji Tuhan untuk semua yang terjadi dan Puji Tuhan untuk mereka yang menjelek-jelekkan dan mengolok-olok atau mengutuki, biarkanlah dia. Mungkin Tuhan akan memperhatikan keadaan kita dan Tuhan membalas yang baik kepada kita sebagai ganti olok-olokan atau kutuk orang itu.

“Kita tidak perlu berusaha disukai semua orang karena disukai semua orang itu tidak mungkin.“ - Marissa Anita

🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...