Ketika kita ditimpa musibah dan kabar itu tersiar ke mana-mana, seringkali kabar itu pun membuat keluarga disorot. Apalagi jika itu pengembangan dari suatu keadaan yang menimpa anggota keluarga yang lain.
Bantuan dan dukungan keluarga terkait apa yang terjadi, baik sebagai kakak atau adik, meskipun tidak berada di dekat kita karena tinggal di kota atau negara lain dan tidak tahu menahu dengan kejadian sesungguhnya, akan tetapi tetap memberikan dukungan yang terbaik untuk kita, itu bagaikan air yang menghilangkan dahaga.
Terkait teman yang menjauh ketika kita punya masalah...hhhh sepertinya itu sudah lazim. Sering kali teman-teman yang kita percaya dan kita pikir tidak akan berbuat jahat malah berbuat sebaliknya di belakang. Kita-lah yang dituntut untuk sabar, jangan sampai kejadian yang sedang menimpa membawa kita jauh terpuruk.
Selalu ada cobaan di dalam hidup yang harus dihadapi dengan pikiran positif.
Soal orang-orang yang menghujat kita, itu bisa jadi pengalihan dosa.
Doa keluarga (orangtua, kakak dan adik) untuk kita dan seluruh keluarga, itu adalah penguat. Seburuk apapun kejadian dan cibiran orang terhadap kita, anggap saja bahwa itu adalah pengalihan dosa. Puji Tuhan untuk semua yang terjadi dan Puji Tuhan untuk mereka yang menjelek-jelekkan dan mengolok-olok atau mengutuki, biarkanlah dia. Mungkin Tuhan akan memperhatikan keadaan kita dan Tuhan membalas yang baik kepada kita sebagai ganti olok-olokan atau kutuk orang itu.
“Kita tidak perlu berusaha disukai semua orang karena disukai semua orang itu tidak mungkin.“ - Marissa Anita
🙏
Komentar