Perayaan lebaran tahun ini sangatlah berbeda, karena dibarengi dengan adanya pendemi virus corona atau Covid-19, yang membuat semua orang harus berada dirumah.
Masyarakat tidak dapat merayakan Lebaran seperti biasa, tidak ada acara ziarah maupun berkunjung ke tetangga, para sesepuh dan keluarga yang lain. Sebab, masyarakat harus tetap saling menjaga jarak.
Bulan Ramadhan dan bulan Syawal tahun ini dilalui dengan tidak biasa namun tetap memiliki esensi yang sama, yaitu bulan dimana umat Islam melakukan amalan dan ibadah guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Tidak sekedar melawan rasa lapar dahaga, namun juga melawan rasa ketakutan, melawan nafsu untuk berbuat yang membahayakan jiwa raga kita dan orang lain di dalam masa pandemi.
Terima kasih pula kepada Anda yang tetap bertahan di dalam rumah dan tidak mudik lebaran sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tidak keluar dari rumah dalam memutus mata rantai penularan virus corona. Tetap menaati protokol kesehatan selama perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah. Tetap menjaga kesehatan, mengikuti protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Tetapi meski berada dalam situasi demikian, kita tetap dapat menyambut datangnya hari kemenangan ini dengan penuh sukacita. Kita dapat merayakan datangnya hari suci ini dengan penuh rasa khidmat.
Meskipun tidak bertemu fisik dengan keluarga tercinta, insha Allah tidak mengurangi silaturahmi rasa kasih sayang dan jembatan hubungan persaudaraan.
Walau pun saya tahu, itu juga tidak mudah.
Setelah satu bulan menjalani ibadah puasa, semoga lahir pribadi-pribadi yang tangguh dan bersih hatinya.
Dengan begitu, kita semua, dengan pribadi yang tangguh mampu memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia.
Selain itu, tetaplah bersyukur bisa melewati ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri kendati dalam suasana pandemi Covid-19.
Setelah menunaikan ibadah puasa, mari terus berbuat kebaikan. Mari mendaki menuju kebaikan yang lebih tinggi.
Oleh karenanya, mari kita sambut kemenangan kali ini, dengan semangat yang lebih besar lagi, karena tantangan kita justru semakin besar. Masih ada hal-hal mendesak yang harus kita hadapi termasuk Covid-19 ini.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan salah. Semoga kita semua tetap bisa menangkap makna Idul Fitri ini meski di tengah pandemi dan kembali menjadi menjadi pribadi yang suci. Aamiin
Komentar