Di dalam hidup kamu pasti pernah mendapatkan kalimat-kalimat berupa sindiran, larangan untuk melakukan banyak hal. Bahkan sampai ada beberapa pertanyaan yang menyudutkanmu. Sampai-sampai kamu merasa terbebani akibat omongan-omongan tersebut. O yes, saya sering.
Akhirnya saya mencoba belajar daripada omongan orang lain itu terus membuat saya terbebani dan menjadikan stres, saya merasa perlu sesekali bersikap cuek dan masa bodoh tentang omongan orang lain. Kenapa?
1. Tanpa disadari omongan orang tentang kita secara gak langsung bisa membuat kita menjadi takut untuk melakukan banyak hal. Karena kita yang terus-terusan memikirkan omongan tersebut, sehingga banyak kesempatan yang akhirnya kita lewatkan begitu saja. Karena kita yang terlalu berlebihan memikirkan omongan orang lain tentang kita.
2. Dalam kenyataannya, kebanyakan orang selalu ingin menyenangkan semua hati orang yang ada di sekelilingnya. Sampai-sampai lupa bahwa saya hanya manusia biasa yang juga memiliki batas kemampuan sendiri.
Sekeras apapun saya mencoba membahagiakan banyak orang, tapi tetap saja tidak semuanya bisa saya buat bahagia. Jadi, saat itulah waktunya mencoba untuk bisa lebih bersikap masa bodoh, dan mulai berpikir tentang kebahagiaan sendiri ☺.
3. Dari pada pusing dan stres memikirkan omongan atau pendapat orang lain, kenapa tidak mencoba melakukan hal-hal yang membuat hati senang?
Saya bisa menghabiskan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, daripada membuang waktu untuk memikirkan pendapat orang lain yang hanya akan membuat sakit kepala.
4. Sebagai manusia saya memiliki hak atas kehidupan saya. Begitu juga hak untuk mengabaikan apa yang dikatakan orang lain kepada saya. Jadi, tak apalah sesekali mengabaikannya.
Toh, dalam kenyataannya juga tidak ada aturan yang harus membuat saya wajib untuk memikirkan, apalagi mengiyakan semua omongan orang lain.
Sesekali mencoba untuk membantah atau mengabaikan omongan orang lain jika itu memang mengganggu saya, tak apa kan 😉.
Belajar untuk nyantai menanggapi sindiran atau omongan orang dan memilih berbaik sangka saja. Husnuzan saja. Mungkin yang lagi nyindir atau ngomongin orang terlalu semangat sehingga nyindir sana-sini 😁.
Ada pertimbangan dalam bertindak atau melakukan sesuatu bukan karena ada pamrih.
Kalau saya, melakukan sesuatu ya pertimbangannya adalah kemaslahatan banyak orang bukan urusan pamrih, atau mau dapat apa. Saya bersyukur menjadi bagian yang ikut memperjuangkan yang baik dengan cara yang baik.
Saya hanya mengingatkan jika Anda adalah bagian dari orang-orang yang biasa ngomongin, menyindir dan sejenisnya, bertutur baiklah. Mari bersatu. Mari belajar menjadi manusia yang berilmu, berbudi dan berhati-hati, serta berucap yang baik.
Akhirnya saya mencoba belajar daripada omongan orang lain itu terus membuat saya terbebani dan menjadikan stres, saya merasa perlu sesekali bersikap cuek dan masa bodoh tentang omongan orang lain. Kenapa?
1. Tanpa disadari omongan orang tentang kita secara gak langsung bisa membuat kita menjadi takut untuk melakukan banyak hal. Karena kita yang terus-terusan memikirkan omongan tersebut, sehingga banyak kesempatan yang akhirnya kita lewatkan begitu saja. Karena kita yang terlalu berlebihan memikirkan omongan orang lain tentang kita.
2. Dalam kenyataannya, kebanyakan orang selalu ingin menyenangkan semua hati orang yang ada di sekelilingnya. Sampai-sampai lupa bahwa saya hanya manusia biasa yang juga memiliki batas kemampuan sendiri.
Sekeras apapun saya mencoba membahagiakan banyak orang, tapi tetap saja tidak semuanya bisa saya buat bahagia. Jadi, saat itulah waktunya mencoba untuk bisa lebih bersikap masa bodoh, dan mulai berpikir tentang kebahagiaan sendiri ☺.
3. Dari pada pusing dan stres memikirkan omongan atau pendapat orang lain, kenapa tidak mencoba melakukan hal-hal yang membuat hati senang?
Saya bisa menghabiskan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, daripada membuang waktu untuk memikirkan pendapat orang lain yang hanya akan membuat sakit kepala.
4. Sebagai manusia saya memiliki hak atas kehidupan saya. Begitu juga hak untuk mengabaikan apa yang dikatakan orang lain kepada saya. Jadi, tak apalah sesekali mengabaikannya.
Toh, dalam kenyataannya juga tidak ada aturan yang harus membuat saya wajib untuk memikirkan, apalagi mengiyakan semua omongan orang lain.
Sesekali mencoba untuk membantah atau mengabaikan omongan orang lain jika itu memang mengganggu saya, tak apa kan 😉.
Belajar untuk nyantai menanggapi sindiran atau omongan orang dan memilih berbaik sangka saja. Husnuzan saja. Mungkin yang lagi nyindir atau ngomongin orang terlalu semangat sehingga nyindir sana-sini 😁.
Ada pertimbangan dalam bertindak atau melakukan sesuatu bukan karena ada pamrih.
Kalau saya, melakukan sesuatu ya pertimbangannya adalah kemaslahatan banyak orang bukan urusan pamrih, atau mau dapat apa. Saya bersyukur menjadi bagian yang ikut memperjuangkan yang baik dengan cara yang baik.
Saya hanya mengingatkan jika Anda adalah bagian dari orang-orang yang biasa ngomongin, menyindir dan sejenisnya, bertutur baiklah. Mari bersatu. Mari belajar menjadi manusia yang berilmu, berbudi dan berhati-hati, serta berucap yang baik.
Mari tumbuhkan semangat rekonsiliasi. Mari mendukung suasana dengan ujaran-ujaran yang baik. Ayo move on, bersatu kembali.
Yang perlu digarisbawahi adalah bisa saja seseorang tidak pernah berpikir untuk mengejar gelar terbaik. Selama ini, seseorang itu pun hanya menjalankan posisi sesuai tugas, dan fungsi.
Bisa saja seseorang itu tidak mengejar tittle terbaik, tetapi hanya menjalankan tugas 😉.
Komentar