Langsung ke konten utama

Kepercayaan

”Jangan percaya kepada papan yang lapuk,” kata penulis drama berkebangsaan Inggris, William Shakespeare. Ya, sebelum melangkah ke papan-papan sebuah jembatan di atas jurang yang dalam, Anda tentu ingin memastikan bahwa kayunya tidak lapuk.

KATA-KATA Shakespeare tersebut sejalan dengan perasaan Raja Salomo dari Israel zaman dahulu, yang menulis kata-kata berikut ini sekitar 3.000 tahun yang lalu, ”Orang bodoh percaya kepada setiap perkataan, orang bijaksana bertindak hati-hati.” (Amsal 14:15, Bahasa Indonesia Masa Kini) Ya, hanya orang bodoh yang menempuh kehidupan dengan membabi buta mempercayai segala sesuatu yang didengarnya, membuat keputusan dan bertindak atas dasar nasihat yang asal-asalan atau ajaran yang tanpa dasar. Menaruh kepercayaan kepada sumber yang salah​—ibarat melangkah di atas papan yang lapuk—​dapat mencelakakan.

Mendapat kepercayaan dari orang lain tentunya bukanlah hal yang mudah dan merupakan hal yang sangat berharga. Kepercayaan adalah tanda lain jika kamu orang yang disegani dan dihormati oleh orang lain.

Kepercayaan ini merupakan salah satu bentuk tindakan mengasihi secara sempurna. Kasih akan tercipta jika ada kemauan untuk saling percaya.

Dalam hidup ini, saling percaya merupakan unsur terpenting untuk memicu tumbuhnya kedamaian, ketenteraman, dan kenyamanan bersama. Jika rasa saling percaya sudah hilang, yang akan muncul adalah praduga penuh kecurigaan, juga kecemburuan dan kekacauan yang berakhir pada konflik. Suami istri yang sudah tidak lagi saling percaya satu sama lain, misalnya, banyak yang akhirnya mengusahakan perceraian dengan alasan perbedaan kepribadian atau alasan-alasan lainnya. Rasa saling percaya menjadi tali perekat keutuhan hubungan manusia satu dengan yang lain.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu tahu dan paham tanda jika ada orang yang menaruh kepercayaan kepadamu. Kamu bisa mengetahuinya lewat tanda sederhana di bawah ini,

Jika ada orang yang sering menceritakan kisah yang dialaminya kepadamu, percayalah jika kamu telah mendapat kepercayaan orang tersebut. Hal ini dikarenakan biasanya hanya orang tertentu saja atau yang dianggap dapat dipercaya yang dijadikan teman untuk berkeluh-kesah.

Jika ada orang lain yang membiarkan kamu mengetahui semua aib dan rahasia yang dia miliki, itu adalah pertanda jika dia menganggap kamu dapat dipercaya sehingga dia merasa nyaman saja meskipun kamu mengetahui hal tersebut.

Jangan anggap bahwa kamu dimanfaatkan jika ada orang yang suka sering meminta pertolongan kepadamu. Hal ini merupakan tanda jika kamu dapat diandalkan dan dapat dipercaya sehingga cuma kamu yang dimintai tolong oleh dia.

Demikian juga halnya jika ada orang yang sering menolongmu. Hal ini juga adalah pertanda jika kamu orang yang dapat dipercaya dan tidak akan menghianati dia suatu hari nanti. Oleh sebab itu, dia sering menolongmu meskipun kamu tidak memintanya.

Tidak peduli apakah kamu sudah mandi atau belum, jika ada orang yang menaruh kepercayaan denganmu maka dia tidak akan merasa risih untuk tidur berdekatan denganmu.

Hal ini dikarenakan dia merasa aman berada di dekatmu dan percaya jika kamu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak perlu merasa sungkan atau khawatir jika ada yang suka tidur di sampingmu.

Rumah adalah tempat yang paling nyaman dan kamar adalah tempat paling rahasiwa bagi seseorang karena disitu kamu dapat menemukan seperti apa sesungguhnya karakter seseorang. Oleh karena itu, jika kamu sering diajak ke rumahnya apalagi masuk ke dalam kamarnya, itu adalah bukti jika kamu dipercayai oleh orang tersebut.

Nah, sebaiknya kamu jangan mengecewakan orang yang telah menaruh kepercayaan kepadamu. Hal tersebut merupakan hal yang tidak dapat dinilai harganya dan sekali retak, maka tidak akan bisa sama seperti sedia kala.

Mari kita renungkan bersama:  Apakah selama ini kita memberi kepercayaan kepada orang yang tepat? Apakah kita juga sudah mampu menjadi orang yang dipercaya oleh orang lain karena keutamaan-keutamaan hidup yang ada pada diri kita?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...