Kalau orang-orang lain lagi galau, aku pasti bantuin mereka dan hibur mereka. Tapi, yang sering kali orang enggak tahu, aku sendiri malah balik ke kamar dan nangis-nangis.
Kalau aku lagi sedih, aku males ketemu orang. Kalau misalnya aku diajak keluar, aku bikin-bikin aja alasan. Keluargaku pun enggak tahu kalau aku lagi sedih. Mereka pikir aku baik-baik aja.
Apakah kamu pernah merasa seperti itu? Kalau ya, jangan langsung menganggap diri aneh. Tidak ada orang di dunia ini yang merasa gembira terus. Bahkan tokoh-tokoh di kitab suci pun, baik pria maupun wanita, pernah merasa sedih.
Kadang, kita mungkin tahu kenapa kita sedih, tapi kadang juga tidak. Kadang kita bisa sedih meskipun enggak ada kejadian yang parah-parah banget. Itu bisa melanda kita kapan aja, sekalipun hidup kita fine-fine aja. Memang aneh sih, tapi nyata!
Tidak soal apa yang bikin kita sedih, hanya bagaimana kita bisa mengatasinya?
Kita bisa curhat sama seseorang. Setelah curhat sama seseorang, kita akan merasa legaaa banget. Akhirnya ada yang bisa ngerti perasaan kita. Tetapi dalam hal ini kita juga harus memilih seseorang yang tepat untuk tempat curhat dan yang bisa dipercaya.
Kalau kita dirundung perasaan sedih, kita mungkin bisa menuliskannya. Kadang menuangkan kesedihan kita., dengan menuliskan perasaan kita, membuat kita bisa tetap berpikiran jernih. Dengan nulis perasaan kita, kita bisa mengurai pikiran kita yang kusut gara-gara selama ini sedih terus. Kalau kita bisa menuangkan perasaan kita dan menemukan akar masalahnya, kesedihan kita bisa reda.
Bawa dalam doa masalah kita, kedamaian dari Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita. Doa itu besar lho pengaruhnya! Jadi jangan dianggap remeh.
Kalau berdoa, cobalah untuk curhat sama Allah dan minta Dia bantu kita untuk cari tahu penyebab kesedihan kita.
Selain itu, kita sebagai umat beragama juga sebenarnya punya bimbingan yang bisa diandalkan, yaitu Kitab Suci. Kalau baca Kitab Suci, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil. Dan, itu juga bisa bikin perasaan kita jadi lebih baik.
Ingatlah selalu kata-kata ini, "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. " (Mazmur 34:18-19)
Kalau aku lagi sedih, aku males ketemu orang. Kalau misalnya aku diajak keluar, aku bikin-bikin aja alasan. Keluargaku pun enggak tahu kalau aku lagi sedih. Mereka pikir aku baik-baik aja.
Apakah kamu pernah merasa seperti itu? Kalau ya, jangan langsung menganggap diri aneh. Tidak ada orang di dunia ini yang merasa gembira terus. Bahkan tokoh-tokoh di kitab suci pun, baik pria maupun wanita, pernah merasa sedih.
Kadang, kita mungkin tahu kenapa kita sedih, tapi kadang juga tidak. Kadang kita bisa sedih meskipun enggak ada kejadian yang parah-parah banget. Itu bisa melanda kita kapan aja, sekalipun hidup kita fine-fine aja. Memang aneh sih, tapi nyata!
Tidak soal apa yang bikin kita sedih, hanya bagaimana kita bisa mengatasinya?
Kita bisa curhat sama seseorang. Setelah curhat sama seseorang, kita akan merasa legaaa banget. Akhirnya ada yang bisa ngerti perasaan kita. Tetapi dalam hal ini kita juga harus memilih seseorang yang tepat untuk tempat curhat dan yang bisa dipercaya.
Kalau kita dirundung perasaan sedih, kita mungkin bisa menuliskannya. Kadang menuangkan kesedihan kita., dengan menuliskan perasaan kita, membuat kita bisa tetap berpikiran jernih. Dengan nulis perasaan kita, kita bisa mengurai pikiran kita yang kusut gara-gara selama ini sedih terus. Kalau kita bisa menuangkan perasaan kita dan menemukan akar masalahnya, kesedihan kita bisa reda.
Bawa dalam doa masalah kita, kedamaian dari Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita. Doa itu besar lho pengaruhnya! Jadi jangan dianggap remeh.
Kalau berdoa, cobalah untuk curhat sama Allah dan minta Dia bantu kita untuk cari tahu penyebab kesedihan kita.
Selain itu, kita sebagai umat beragama juga sebenarnya punya bimbingan yang bisa diandalkan, yaitu Kitab Suci. Kalau baca Kitab Suci, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil. Dan, itu juga bisa bikin perasaan kita jadi lebih baik.
Ingatlah selalu kata-kata ini, "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. " (Mazmur 34:18-19)
Komentar