Dalam menjalani hidup, setiap orang pasti pernah merasakan pasang surut dalam karier maupun rezeki yang diperoleh. Ketika tengah berada dalam kondisi terpuruk, pasti siapapun akan merasa putus asa meski telah berupaya dan bekerja keras demi rezeki bertambah.
Dalam kondisi seperti ini, tentu seseorang akan merasa kesusahan. Belum lagi dihadapkan pada banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Tak hanya itu, rezeki yang sedikit terkadang membuat orang berpikir berulang kali untuk beramal. Mereka lebih memprioritaskan kebutuhan sendiri sebelum bersedekah yang mengandung banyak keutamaan.
Saat kita berada di kondisi ini, sangat baik jika berdoa untuk memohon kepada Tuhan agar rezeki dilancarkan.
Baiknya kita tidak melupakan Tuhan yang menguasai nasib kita di dunia. Dia-lah yang memberi ujian berupa kesempitan. Dan Dia pula yang dapat dengan mudah melapangkannya kembali. Oleh karenanya, tidak sepantasnya, orang beriman hanya bertumpu pada usahanya dan lupa kepada Tuhannya. Usaha memang harus dilakukan. Namun ia tidak akan memberi hasil yang sempurna kecuali atas ijin dan restu Tuhan. Untuk mendapatkan restu tersebut, cara yang paling efektif adalah memperbanyak doa. Baik lewat ucapan lisan maupun amal.
Ini merupakan ibadah yang agung yang menunjukkan bahwa kita benar-benar menggantungkan harapan kepada Tuhan.
Tentunya, berdoa jadi tidak akan efektif jika hanya diucapkan tanpa diresapi maknanya dan diwujudkan esensinya dalam kehidupan sehari-hari. Percuma saja jika seseorang berdoa namun tidak mempedulikan status penghasilannya, apakah karena tamak, sirik dengan sekitarnya, atau karena himpitan ekonomi, atau terlilit utang, atau putus asa kemudian mengambil yang bukan hak nya. Percuma juga jika ia rajin berdoa namun masih tidak mampu mengendalikan "keinginannya" bukan fokus pada yang utama dan justru melupakan yang penting.
Ya Allah Pemilik Seluruh Kekuasaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Kau kehendaki dan Engkau mencabutnya dari siapa yang Kau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Kau kehendaki dan Engkau menghinakan siapa yang Kau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebaikan dan Engkau Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu. Rahmatilah kami dengan rahmat-Mu yang menjadikan kami tak lagi memerlukan belas kasih selain-Mu.
Dalam kondisi seperti ini, tentu seseorang akan merasa kesusahan. Belum lagi dihadapkan pada banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Tak hanya itu, rezeki yang sedikit terkadang membuat orang berpikir berulang kali untuk beramal. Mereka lebih memprioritaskan kebutuhan sendiri sebelum bersedekah yang mengandung banyak keutamaan.
Saat kita berada di kondisi ini, sangat baik jika berdoa untuk memohon kepada Tuhan agar rezeki dilancarkan.
Baiknya kita tidak melupakan Tuhan yang menguasai nasib kita di dunia. Dia-lah yang memberi ujian berupa kesempitan. Dan Dia pula yang dapat dengan mudah melapangkannya kembali. Oleh karenanya, tidak sepantasnya, orang beriman hanya bertumpu pada usahanya dan lupa kepada Tuhannya. Usaha memang harus dilakukan. Namun ia tidak akan memberi hasil yang sempurna kecuali atas ijin dan restu Tuhan. Untuk mendapatkan restu tersebut, cara yang paling efektif adalah memperbanyak doa. Baik lewat ucapan lisan maupun amal.
Ini merupakan ibadah yang agung yang menunjukkan bahwa kita benar-benar menggantungkan harapan kepada Tuhan.
Tentunya, berdoa jadi tidak akan efektif jika hanya diucapkan tanpa diresapi maknanya dan diwujudkan esensinya dalam kehidupan sehari-hari. Percuma saja jika seseorang berdoa namun tidak mempedulikan status penghasilannya, apakah karena tamak, sirik dengan sekitarnya, atau karena himpitan ekonomi, atau terlilit utang, atau putus asa kemudian mengambil yang bukan hak nya. Percuma juga jika ia rajin berdoa namun masih tidak mampu mengendalikan "keinginannya" bukan fokus pada yang utama dan justru melupakan yang penting.
Ya Allah Pemilik Seluruh Kekuasaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Kau kehendaki dan Engkau mencabutnya dari siapa yang Kau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Kau kehendaki dan Engkau menghinakan siapa yang Kau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebaikan dan Engkau Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu. Rahmatilah kami dengan rahmat-Mu yang menjadikan kami tak lagi memerlukan belas kasih selain-Mu.
Aamiin
Komentar