Langsung ke konten utama

Cukupilah Kebutuhan Kami 🙇🙏

Dalam menjalani hidup, setiap orang pasti pernah merasakan pasang surut dalam karier maupun rezeki yang diperoleh. Ketika tengah berada dalam kondisi terpuruk, pasti siapapun akan merasa putus asa meski telah berupaya dan bekerja keras demi rezeki bertambah.

Dalam kondisi seperti ini, tentu seseorang akan merasa kesusahan. Belum lagi dihadapkan pada banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Tak hanya itu, rezeki yang sedikit terkadang membuat orang berpikir berulang kali untuk beramal. Mereka lebih memprioritaskan kebutuhan sendiri sebelum bersedekah yang mengandung banyak keutamaan.

Saat kita berada di kondisi ini, sangat baik jika berdoa untuk memohon kepada Tuhan agar rezeki dilancarkan.

Baiknya kita tidak melupakan Tuhan yang menguasai nasib kita di dunia. Dia-lah yang memberi ujian berupa kesempitan. Dan Dia pula yang dapat dengan mudah melapangkannya kembali. Oleh karenanya, tidak sepantasnya, orang beriman hanya bertumpu pada usahanya dan lupa kepada Tuhannya. Usaha memang harus dilakukan. Namun ia tidak akan memberi hasil yang sempurna kecuali atas ijin dan restu Tuhan. Untuk mendapatkan restu tersebut, cara yang paling efektif adalah memperbanyak doa. Baik lewat ucapan lisan maupun amal.

Ini merupakan ibadah yang agung yang menunjukkan bahwa kita benar-benar menggantungkan harapan kepada Tuhan.

Tentunya, berdoa jadi tidak akan efektif jika hanya diucapkan tanpa diresapi maknanya dan diwujudkan esensinya dalam kehidupan sehari-hari. Percuma saja jika seseorang berdoa namun tidak mempedulikan status penghasilannya, apakah karena tamak, sirik dengan sekitarnya, atau karena himpitan ekonomi, atau terlilit utang, atau putus asa kemudian mengambil yang bukan hak nya. Percuma juga jika ia rajin berdoa namun masih tidak mampu mengendalikan "keinginannya" bukan fokus pada yang utama dan justru melupakan yang penting.

Ya Allah Pemilik Seluruh Kekuasaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Kau kehendaki dan Engkau mencabutnya dari siapa yang Kau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Kau kehendaki dan Engkau menghinakan siapa yang Kau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebaikan dan Engkau Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu. Rahmatilah kami dengan rahmat-Mu yang menjadikan kami tak lagi memerlukan belas kasih selain-Mu.
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...