Berada di zona nyaman memang menyenangkan, karena saat kita berada di zona ini, kita menikmati nyamannya hidup.
Kita merasa cukup dengan hal-hal yang kita rasakan. Terkadang kita bahkan tidak berusaha melihat peluang baru sebagai sebuah kesempatan yang harus diambil. Kita membayangkan resiko dan kesulitan sebelum maju dan mencoba, meski bisa saja peluang itu memberikan hasil yang lebih baik.
Orang-orang di sekitar pun terkadang turut 'melemahkan' hati. Di sinilah kita sejatinya membutuhkan orang-orang yang tepat. Bukan bermaksud memilih-milih teman, namun bergaul dengan orang-orang yang tepat bisa membuat kita menjadi lebih baik. Karena mereka bisa memberikan energi positif yang dapat terus membuat kita semangat dalam memperjuangkan apa yang sedang diperjuangkan untuk membuat kita menjadi lebih baik.
Bahwa tidak segala sesuatu adalah tentang uang. Bisa saja sesuatu itu tidak memberikan hasil berupa materi tetapi dapat memberikan ilmu dan pengalaman untuk menjadi lebih pintar di kemudian hari.
Dan semestinyalah kita bisa menjaga sikap stay foolish. Tentunya ini bukan berarti kita adalah orang yang bodoh dan memiliki ilmu yang sedikit. Namun lebih dikarenakan kesukaan untuk belajar. Menganggap masih banyak hal yang harus dipelajari untuk membuat diri berkembang menjadi lebih baik.
Serta belajar dan berusaha tidak meremehkan kemampuan diri sendiri dan memiliki mimpi yang besar di dalam hidup dan tahu bisa mewujudkannya meski dengan berusaha keras, menjaga pemikiran yang positif, optimis dan memusatkan seluruh usaha untuk membuat mimpi menjadi nyata.
Sikap hidup pas-pasan atau biasa saja seperti namanya, tidak ingin menjadi yang luar biasa, selalu ingin menjadi yang biasa-biasa saja. Yang terbayang adalah sesuatu yang seadanya, yang biasa-biasa saja. Padahal untuk mengubah impian menjadi kenyataan, dibutuhkan keluarbiasaan.
Dan jika tidak mempunyai antusiasme di dalam menjalani kehidupan, kita tidak punya antusias dalam belajar. Hasilnya dream-dream itu akan menjadi sekedar dream, tidak bisa menjadi kenyataan. Kita membutuhkan antusiasme.
Juga belajar untuk tidak melakukan protektif terhadap perubahan. Everybody reject change, setiap orang cenderung untuk menolak perubahan. Padahal perubahan seringkali harus dilakukan kalau ingin menjadi lebih baik. Tetapi seringkali kita tidak siap berpindah dari zona nyaman ke zona yang tidak nyaman. Biasanya perubahan itu menawarkan zona yang tidak nyaman.
Kata seorang bapa, sikap hidup biasa-biasa saja adalah bentuk sikap seorang yang penakut dan pengecut. Cowardliness, it's cowardliness. Dan ini bahaya terbesar dalam hidup. Dengan sikap ini, seseorang menjadi takut akan apa pun dan tidak mau berkembang untuk menjadi lebih. Sikap ini adalah sikap yang harusnya dihindari. Setiap pribadi harusnya dapat berkarya, bertindak dan memberikan yang lebih. Semangat ini yang harus terus dikobarkan dan jika mungkin memberikan ruang bagi yang lain agar dapat berkembang lebih demi terciptanya kebaikan bersama.
Kita merasa cukup dengan hal-hal yang kita rasakan. Terkadang kita bahkan tidak berusaha melihat peluang baru sebagai sebuah kesempatan yang harus diambil. Kita membayangkan resiko dan kesulitan sebelum maju dan mencoba, meski bisa saja peluang itu memberikan hasil yang lebih baik.
Orang-orang di sekitar pun terkadang turut 'melemahkan' hati. Di sinilah kita sejatinya membutuhkan orang-orang yang tepat. Bukan bermaksud memilih-milih teman, namun bergaul dengan orang-orang yang tepat bisa membuat kita menjadi lebih baik. Karena mereka bisa memberikan energi positif yang dapat terus membuat kita semangat dalam memperjuangkan apa yang sedang diperjuangkan untuk membuat kita menjadi lebih baik.
Bahwa tidak segala sesuatu adalah tentang uang. Bisa saja sesuatu itu tidak memberikan hasil berupa materi tetapi dapat memberikan ilmu dan pengalaman untuk menjadi lebih pintar di kemudian hari.
Dan semestinyalah kita bisa menjaga sikap stay foolish. Tentunya ini bukan berarti kita adalah orang yang bodoh dan memiliki ilmu yang sedikit. Namun lebih dikarenakan kesukaan untuk belajar. Menganggap masih banyak hal yang harus dipelajari untuk membuat diri berkembang menjadi lebih baik.
Serta belajar dan berusaha tidak meremehkan kemampuan diri sendiri dan memiliki mimpi yang besar di dalam hidup dan tahu bisa mewujudkannya meski dengan berusaha keras, menjaga pemikiran yang positif, optimis dan memusatkan seluruh usaha untuk membuat mimpi menjadi nyata.
Sikap hidup pas-pasan atau biasa saja seperti namanya, tidak ingin menjadi yang luar biasa, selalu ingin menjadi yang biasa-biasa saja. Yang terbayang adalah sesuatu yang seadanya, yang biasa-biasa saja. Padahal untuk mengubah impian menjadi kenyataan, dibutuhkan keluarbiasaan.
Dan jika tidak mempunyai antusiasme di dalam menjalani kehidupan, kita tidak punya antusias dalam belajar. Hasilnya dream-dream itu akan menjadi sekedar dream, tidak bisa menjadi kenyataan. Kita membutuhkan antusiasme.
Juga belajar untuk tidak melakukan protektif terhadap perubahan. Everybody reject change, setiap orang cenderung untuk menolak perubahan. Padahal perubahan seringkali harus dilakukan kalau ingin menjadi lebih baik. Tetapi seringkali kita tidak siap berpindah dari zona nyaman ke zona yang tidak nyaman. Biasanya perubahan itu menawarkan zona yang tidak nyaman.
Kata seorang bapa, sikap hidup biasa-biasa saja adalah bentuk sikap seorang yang penakut dan pengecut. Cowardliness, it's cowardliness. Dan ini bahaya terbesar dalam hidup. Dengan sikap ini, seseorang menjadi takut akan apa pun dan tidak mau berkembang untuk menjadi lebih. Sikap ini adalah sikap yang harusnya dihindari. Setiap pribadi harusnya dapat berkarya, bertindak dan memberikan yang lebih. Semangat ini yang harus terus dikobarkan dan jika mungkin memberikan ruang bagi yang lain agar dapat berkembang lebih demi terciptanya kebaikan bersama.
Komentar