Ada satu kalimat yang menggema dalam benak saya. Dan saya menghabiskan waktu untuk membedah pesan di balik kalimat itu.
Rasa tidak nyaman saya berasal dari cara kita menggunakan istilah 'masyarakat' dalam hal percakapan keadilan sosial. Ketika kita terlibat dalam percakapan, kita menggunakan istilah masyarakat sebagai cara untuk mengalihkan tanggung jawab. Kita melakukan hal ini, karena yah..., ini hal mudah untuk dilakukan. Untuk menerima seseorang sebagai bagian di dalam masyarakat adalah juga menerima tanggung jawab atas ketidakadilan yang sama seperti yang kita coba lawan.
Kebenaran dari masalah ini adalah ini: Kita tidak memiliki pilihan, atau hak istimewa, untuk memilih keluar dari keanggotaan kita di masyarakat kapanpun kita merasa bahwa hal itu mudah bagi kita. Kita seharusnya tidak merangkul keanggotaan kita di masyarakat kapan pun kita melangkah di bidang keadilan sosial, hanya untuk menjauhkan diri kita dari, dan menyalahkan masyarakat kapan pun kita merasa nyaman. Secara keseluruhan, kita semua berpartisipasi dan membentuk hal ini yang kita sebut 'masyarakat'.
Ketika sampai pada percakapan keadilan sosial, kita sangat selaras dengan masyarakat dan dampak selanjutnya terhadap individu. Kita perlu mengalihkan fokus kita dari ini dan fokus pada kebalikannya. Artinya, daripada berfokus begitu banyak pada bagaimana masyarakat mempengaruhi individu, kita perlu menempatkan penekanan yang sama (atau lebih besar) pada bagaimana individu dapat mempengaruhi masyarakat. Baru pada saat itulah kita bisa mulai terlibat dalam wacana daripada terus mendorong perubahan nyata.
Pertanyaannya adalah, apa pendapat diri kita tentang bagaimana kita menggunakan istilah "masyarakat"? Bagaimana kita menantang anak-anak kita untuk mengenali peran mereka di dalamnya? Bagaimana kita membantu orang lain menyadari potensi dampak yang mereka dapat terhadap masyarakat?
Komentar