Tak jarang beberapa wanita dan laki-laki muda terpaku oleh bayangan indah keluarga bahagia seperti dikisahkan film-film keluarga. Film-film yang ditayangkan di layar televisi ini selalu menampilkan adegan betapa bahagia dan harmonisnya sepasang suami istri dengan anak-anak mereka yang manis dan lucu.
Di film itu, terpapar jelas makna kehadiran anak dalam sebuah rumah tangga. Hadirnya anak-anak membuat keluarga selalu bahagia dan hubungan suami istri semakin erat. Kehadiran anak juga dapat menghilangkan masalah yang mengganggu keharmonisan di antara sepasang suami istri.
Selain itu beredarnya mitos-mitos mengenai makna anak dalam perkawinan yang bisa saja menyesatkan pasangan muda, semakin menguatkan opini publik bahwa kehadiran anak akan menuntaskan masalah dalam sebuah perkawinan. Mitos-mitos yang kerap terdengar itu, antara lain: pasangan tanpa anak adalah pasangan yang frustasi dan tidak bahagia, anak dapat meningkatkan kualitas perkawinan atau membesarkan anak adalah pekerjaan yang menyenangkan.
Walaupun mitos-mitos itu tak sepenuhnya betul, namun tak dapat dipungkiri, kehadiran anak dapat membawa kebahagiaan pada ayah maupun ibu sebagai pribadi, namun tidak pada hubungan mereka yang sedang bermasalah. Justru, kehadiran anak dalam situasi seperti ini cenderung berakibat negatif terhadap kehidupan perkawinan mereka.
Menurut para ahli dan konsultan perkawinan, transisi seseorang menjadi orang tua lebih berat daripada transisi yang harus dilalui sebelumnya, yaitu menjadi suami istri.
Diperlukan pertimbangan matang dan juga peninjauan kembali motivasi pasangan suami istri untuk memiliki anak. Apakah keinginan punya anak merupakan perwujudan dari pelarian mereka terhadap masalah-masalah yang menghantui kehidupan perkawinan mereka? Jika ya, kehadiran anak justru dapat memperburuk masalah perkawinan yang ada. Yang lebih penting lagi, dikhawatirkan masalah ini berimbas pada tumbuh kembang anak.
Yang terbaik adalah menyelesaikan semua konflik dengan pasangan sebelum anak hadir. Mengomunikasikan semua masalah secara terbuka, untuk mengurai semua beban hati yang ada. Setelah itu, membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan kehadiran anak, dari kemungkinan terbaik hingga terburuk secara tuntas.
Setelah tidak ada lagi beban tersisa di dalam hati, dan hubungan dengan pasangan kembali harmonis, tak ada salahnya memikirkan kembali kemungkinan hadirnya anak. Namun harus memastikan motivasi memilik anak adalah keinginan untuk meningkatkan dan memperkaya hubungan dengan pasangan yang memang sudah baik agar semakin baik. Ini dasar terbaik yang dibutuhkan dalam membentuk tim yang kuat dan kompak yaitu keluarga.
Seorang anak adalah merupakan anugrah, amanah dan titipan dari Tuhan yang harus kita jaga, rawat dan besarkan dengan baik. Tapi tidak semua pasangan dengan mudah diberikan karunia anak, masih banyak pasangan yang mengharapkan kehidupan mereka diwarnai dengan tawa anak-anak. Jika Anda telah memiliki anak yang menceriakan rumah tangga Anda, semestinya itu dapat menjadi alasan yang cukup untuk senantiasa memperkuat rumah tangga yang Anda bina bersama pasangan. Atau setidaknya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kepercayaan yang telah DIA berikan kepada Anda dan pasangan.
Di film itu, terpapar jelas makna kehadiran anak dalam sebuah rumah tangga. Hadirnya anak-anak membuat keluarga selalu bahagia dan hubungan suami istri semakin erat. Kehadiran anak juga dapat menghilangkan masalah yang mengganggu keharmonisan di antara sepasang suami istri.
Selain itu beredarnya mitos-mitos mengenai makna anak dalam perkawinan yang bisa saja menyesatkan pasangan muda, semakin menguatkan opini publik bahwa kehadiran anak akan menuntaskan masalah dalam sebuah perkawinan. Mitos-mitos yang kerap terdengar itu, antara lain: pasangan tanpa anak adalah pasangan yang frustasi dan tidak bahagia, anak dapat meningkatkan kualitas perkawinan atau membesarkan anak adalah pekerjaan yang menyenangkan.
Walaupun mitos-mitos itu tak sepenuhnya betul, namun tak dapat dipungkiri, kehadiran anak dapat membawa kebahagiaan pada ayah maupun ibu sebagai pribadi, namun tidak pada hubungan mereka yang sedang bermasalah. Justru, kehadiran anak dalam situasi seperti ini cenderung berakibat negatif terhadap kehidupan perkawinan mereka.
Menurut para ahli dan konsultan perkawinan, transisi seseorang menjadi orang tua lebih berat daripada transisi yang harus dilalui sebelumnya, yaitu menjadi suami istri.
Diperlukan pertimbangan matang dan juga peninjauan kembali motivasi pasangan suami istri untuk memiliki anak. Apakah keinginan punya anak merupakan perwujudan dari pelarian mereka terhadap masalah-masalah yang menghantui kehidupan perkawinan mereka? Jika ya, kehadiran anak justru dapat memperburuk masalah perkawinan yang ada. Yang lebih penting lagi, dikhawatirkan masalah ini berimbas pada tumbuh kembang anak.
Yang terbaik adalah menyelesaikan semua konflik dengan pasangan sebelum anak hadir. Mengomunikasikan semua masalah secara terbuka, untuk mengurai semua beban hati yang ada. Setelah itu, membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan kehadiran anak, dari kemungkinan terbaik hingga terburuk secara tuntas.
Setelah tidak ada lagi beban tersisa di dalam hati, dan hubungan dengan pasangan kembali harmonis, tak ada salahnya memikirkan kembali kemungkinan hadirnya anak. Namun harus memastikan motivasi memilik anak adalah keinginan untuk meningkatkan dan memperkaya hubungan dengan pasangan yang memang sudah baik agar semakin baik. Ini dasar terbaik yang dibutuhkan dalam membentuk tim yang kuat dan kompak yaitu keluarga.
Seorang anak adalah merupakan anugrah, amanah dan titipan dari Tuhan yang harus kita jaga, rawat dan besarkan dengan baik. Tapi tidak semua pasangan dengan mudah diberikan karunia anak, masih banyak pasangan yang mengharapkan kehidupan mereka diwarnai dengan tawa anak-anak. Jika Anda telah memiliki anak yang menceriakan rumah tangga Anda, semestinya itu dapat menjadi alasan yang cukup untuk senantiasa memperkuat rumah tangga yang Anda bina bersama pasangan. Atau setidaknya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kepercayaan yang telah DIA berikan kepada Anda dan pasangan.
Komentar