"Jika Anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan jadi terdidik. Apabila Anda mendidik seorang wanita, maka sebuah generasi akan menjadi terdidik" ~ Ilman Adnan Al Parisi
Setujukah Anda dengan kutipan di atas? Saya setuju. Guru pertama seorang anak adalah orangtuanya. Karena ibu secara emosional lebih dekat dengan anaknya, peran ibu sangat besar dalam perkembangan anak.
Di televisi atau di acara dan kegiatan di sekitar kita, kita seringkali menemui anak-anak yang sarat dengan prestasi yang membuat kita terpesona. Ada yang menjadi pembicara di sebuah acara, ada yang memenangkan lomba di luar negeri, pernah tampil di TV atau sudah menerbitkan buku. Hebatnya, mereka tahu apa yang akan mereka lakukan jika besar nanti. Ada yang ingin menjadi wartawan National Geography, yang lain ingin menjadi perenang profesional di tingkat internasional, dll. Sayangnya, kebanyakan anak-anak tadi ada di latar belakang yang sama. Mereka datang dari keluarga menengah ke atas. Dengan orangtua (terutama ibu) yang cerdas. Tidak semua anak seberuntung mereka. Kerap kali orangtua yang menitipkan anaknya ke sekolahan, berpikir kalau sekolah akan mendidik anaknya. Sebagian orangtua berpikir jika anaknya berprestasi secara akademis, mereka akan mendapat pekerjaan yang baik.
Sepertinya hidup tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal. Juga ada banyak hal yang diajarkan di sekolah tidak berguna untuk hidup. Sering orangtua kebingungan bagaimana cara mendidik anaknya. Lebih banyak lagi orangtua yang hanya sekedar mengikuti insting atau meniru cara orang disekelilingnya mendidik anak.
Semuanya kembali ke diri kita, tipe orangtua seperti apakah kita? Sudahkah kita menjadi orangtua yang cerdas?
Setujukah Anda dengan kutipan di atas? Saya setuju. Guru pertama seorang anak adalah orangtuanya. Karena ibu secara emosional lebih dekat dengan anaknya, peran ibu sangat besar dalam perkembangan anak.
Di televisi atau di acara dan kegiatan di sekitar kita, kita seringkali menemui anak-anak yang sarat dengan prestasi yang membuat kita terpesona. Ada yang menjadi pembicara di sebuah acara, ada yang memenangkan lomba di luar negeri, pernah tampil di TV atau sudah menerbitkan buku. Hebatnya, mereka tahu apa yang akan mereka lakukan jika besar nanti. Ada yang ingin menjadi wartawan National Geography, yang lain ingin menjadi perenang profesional di tingkat internasional, dll. Sayangnya, kebanyakan anak-anak tadi ada di latar belakang yang sama. Mereka datang dari keluarga menengah ke atas. Dengan orangtua (terutama ibu) yang cerdas. Tidak semua anak seberuntung mereka. Kerap kali orangtua yang menitipkan anaknya ke sekolahan, berpikir kalau sekolah akan mendidik anaknya. Sebagian orangtua berpikir jika anaknya berprestasi secara akademis, mereka akan mendapat pekerjaan yang baik.
Sepertinya hidup tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal. Juga ada banyak hal yang diajarkan di sekolah tidak berguna untuk hidup. Sering orangtua kebingungan bagaimana cara mendidik anaknya. Lebih banyak lagi orangtua yang hanya sekedar mengikuti insting atau meniru cara orang disekelilingnya mendidik anak.
Semuanya kembali ke diri kita, tipe orangtua seperti apakah kita? Sudahkah kita menjadi orangtua yang cerdas?
Komentar