Langsung ke konten utama

7 Kebenaran Tentang Kecanduan Yang Diambil dari Pembelajaran 5 Tahun

Merasa empati terhadap orangtua yang baru memulai perjalanan mengerikan dari kecanduan anak-anak mereka dari narkoba - dan mereka yang menghadapi gejolak dari langkah berikutnya : rehabilitasi, penahanan dan penangkapan pecandu dari rumah keluarga. Sepasang suami istri menuliskan berdasarkan pengalamannya bahwa ada tujuh pelajaran keras yang telah mereka pelajari dalam perjalanannya, semua yang awalnya mereka tolak. Mereka berjuang dengan diri sendiri dan satu sama lain tentang hal ini. Tidak peduli siapa yang mengatakan kebenaran kepada mereka, mereka tahu lebih baik. "Lagipula dia adalah anak kami." Sampai saat mereka tiba pada titik untuk menerima kebenaran ini dan sekarang jauh lebih mudah untuk berurusan dengan sakit hati dan mereka telah menjadi pembantu yang lebih efektif untuk anak mereka / pecandu.



1. Orangtua mencintai putra putri mereka. Mereka akan melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa sakit. Membawa pulang kecanduan. Melancarkan jalan. Mereka akan memberikan hidup mereka jika itu akan membantu
Orangtua membawa anak-anak ke jalan terbaik yang mereka tahu. Di beberapa titik anak-anak membuat keputusan yang mengatur mereka menuruni jalan ini. Orangtua hanya bisa mendukung mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk membuat keputusan lain. Itulah sebabnya memulihkan pecandu, polisi, petugas masa percobaan, rohaniwan, konselor semua dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada orangtua untuk menunjukkan pecandu ke jalan yang lebih baik. Yang sulit karena tidak ada yang mencinta anak anak pecandu seperti yang orangtua mereka lakukan, tapi orangtua tidak bisa melakukan apa yang anak-anak itu butuhkan saat mereka membutuhkannya.

2. Masalah kecanduan hanya pecandu itu sendiri yang dapat memperbaikinya. Sebuah konsep seperti ini sangat sulit bagi orangtua untuk diterima karena orangtua mencoba untuk memperbaiki segalanya. Tidak ada yang dipebolehkan dalam pikiran pecandu kecuali diri sendiri. Mereka adalah satu-satunya yang dapat memutuskan untuk melakukan sesuatu tentang hal ini. Ini tidak akan berakhir sampai mereka memutuskan untuk mengakhirinya. Jika orangtua mencoba untuk membuat keputusan itu untuk mereka hanya akan menghasilkan kegagalan dan frustasi.

3. Pecandu tidak akan mengatakan apapun untuk menyembunyikan kecanduan mereka dan mengambil segala tindakan untuk menutupi masalah. Orangtua akan benar-benar percaya pada saat itu dan tidak menyadari bahwa mereka berbohong, mereka hanya mengatakan apa yang mereka pikir orangtua ingin dengar. Mereka memiliki motif dalam hal ini mencari persetujuan dan memberi kebanggaan pada orangtua. Pecandu tidak suka sendiri atau apa yang mereka lakukan, tetapi di beberapa titik mereka dapat melihat ada pintu keluar. Hanya mekanisme mereka untuk bertahan hidup untuk mencari sejenis persetujuan melalui berbohong, bahkan jika mereka tahu mereka akan rusak. Itu menawarkan kepuasan instan yang sama seperti obat-obatan. Sama seperti orangtua mencari bukti anak-anak mereka menggunakan, orangtua harus mencari bukti anak-anak mereka tidak menggunakan. Jangan mengandalkan keyakinan bahwa mereka tidak menggunakan karena mereka mengatakannya.

4. Gejala penyakit ini termasuk perilaku ilegal. Itulah sebabnya ia dipenjara. Hadapilah. Dia telah melakukan hal yang salah dan ia harus membayar harga. Ini tdak baik untuk polisi, hakim, penjara, para pengacara tetapi mereka tidak menempatkan dia di sana. Dia menempatkan dirinya di sana. Orangtua bisa membenarkan dan memisahkan kesalahan dengan perbuatan kurang baik dan kejahatan besar tetapi itu istilah hukum. Singkatnya, pecandu telah melakukan hal-hal yang membawanya masuk ke sana dan ia harus membayar.

5. Orang lain tidak menginginkan pecandu disekitar mereka. Itu tidak apa-apa. Tetapi orangtua adalah orangtua, itu disebut cinta tanpa syarat. Teman-teman, kakak, adik, kakek, nenek, saudara tidak salah jika memiliki perasaan mereka sendiri dan rasa sakit tentang situasi ini. Beberapa keluarga memiliki dukungan yang besar dan tidak ada yang meninggalkan pecandu, beberapa orang memutuskan mereka tidak ingin permasalahan pecandu dalam hidup mereka. Itu tidak apa-apa. Kita semua bisa membuat pilihan dan tidak ada pilihan yang salah, itu hanya pilihan orang-orang.

6. Pecandu yang berusia 21 tahun adalah seorang dewasa dengan (kadang-kadang) kematangan seorang anak. Tetapi dunia kita mengakui usia kronologis bukan tingkat kematangan. Orangtua harus melakukannya juga. Ada yang hilang dalam diri mereka. Mereka yang hilang kadang-kadang menemukan jalan mereka kembali, tapi beberapa tidak. Orangtua bisa berduka atas kehilangan ini, tapi itu tidak akan membantu mereka atau orangtua untuk bergerak maju. Pecandu tidak hidup di masa lalu atau masa depan. Seorang pecandu tinggal di sini dan sekarang, jika Anda ingin membantu pecandu, Anda harus hidup di dunia yang sama.

7.  Ketika Anda mengemudi, Anda melihat orang-orang tunawisma dengan tanda-tanda. Mereka kotor dan lapar. Mereka mungkin adalah pecandu, pecandu alkohol atau menderita penyakit mental. Satu denominator umum untuk pria dan wanita ini adalah bahwa di beberapa titik dalam hidup mereka, mereka memiliki orang-orang yang mencintai mereka. Mereka adalah anak, anak perempuan, saudara, saudari, sepupu dan teman-teman untuk seseorang. Itu tidak mengubah situasi mereka. Mereka membuat pilihan yang membawa mereka ke titik ini. Mereka dapat membuat pilihan lain dan ada orang-orang dan organisasi untuk membantu mereka berubah. Kuncinya adalah, mereka harus membuat keputusan. Jika anak membuat keputusan untuk hidup dengan cara ini, hal itu akan sangat menyakiti orangtua tapi dia akan melakukan hal ini sampai saatnya bagi dia untuk berubah. Orangtua tidak dapat mengubah dia atau situasi itu. Untuk orangtua, tidak akan membantunya memberinya tempat tidur dalam rumah jika ia terus hidup dengan gaya hidup itu.

Orangtua akan berjuang mati-matian melawan kebenaran ini, berjuang dengan setiap kekuatan. Sampai orangtua kehilangan perjuangan mereka dan menerima apa yang mereka harap itu tidak benar. Pembelajarannya adalah: sampai Anda memahami kebenaran Anda tidak dapat menemukan kedamaian dalam diri sendiri atau benar-benar dapat membantu pecandu. Menerima kebenaran adalah apa yang mungkin untuk Anda membantu pecandu dengan membantu diri Anda sendiri.

Orangtua tidak boleh membenci anak sebab menggunakan obat-obatan dan tempatkan semua (orangtua dan anak) untuk melalui rasa sakit ini. Bencilah hal yang dilakukannya. Bencilah berbohong, mencuri, menggunakan. Cintailah anak, benci jalannya. Baik jika orangtua memisahkan keduanya.

Diterjemahkan bebas dari http://www.drugfree.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...