Dari usia awal manusia, apakah di waktu kemenangan atau lebih terutama di waktu krisis, manusia melantunkan doa permohonan, pujian dan penghormatan kepada sang Khalik. Dan tidak pernah memiliki harapan yang goyah yang mereka tempatkan pada sang Raja Ilahi atau iman bahwa Allah memerintah dengan perhatian di seluruh dunia dengan kemuliaan.
Setelah bencana mengerikan yang telah mengurangi banyak kota berkembang, kota dan desa-desa menjadi reruntuhan, kita melihat banyak kesedihan, banyak kejahatan moral yang besar sedang menyebar di penjuru negeri dalam apa yang digambarkan sebagai kekerasan. Kadang-kadang kita melihat keadilan memberikan solusi dan di satu sisi yang lainnya kemenangan pada kekuatan korupsi. Ancaman krisis yang menakutkan ini menjadikan kita terisi dengan penderitaaan yang besar, yang membuat kita meminta bantuan dan meningkatkan bakti hormat kepada sang Empunya Kemuliaan.
Kita melihat banyak orang memberi kesaksian untuk iman mereka dan semangat kasih mereka. Di semua bagian dunia kita belajar mengenal Allah.
Kita juga sangat tahu bahwa kita telah juga mengambil keuntungan dari setiap kesempatan -melalui kita sebagai penonton TV dan pendengar radio untuk menasehati anak-anak kita bahwa ada cinta yang kuat dan lembut di dalam Allah.
Dan sekarang kita dibawa pada kesimpulan untuk (seyogyanya) menjadi manusia bahagia dan bermanfaat bagi sesama.
Setelah bencana mengerikan yang telah mengurangi banyak kota berkembang, kota dan desa-desa menjadi reruntuhan, kita melihat banyak kesedihan, banyak kejahatan moral yang besar sedang menyebar di penjuru negeri dalam apa yang digambarkan sebagai kekerasan. Kadang-kadang kita melihat keadilan memberikan solusi dan di satu sisi yang lainnya kemenangan pada kekuatan korupsi. Ancaman krisis yang menakutkan ini menjadikan kita terisi dengan penderitaaan yang besar, yang membuat kita meminta bantuan dan meningkatkan bakti hormat kepada sang Empunya Kemuliaan.
Kita melihat banyak orang memberi kesaksian untuk iman mereka dan semangat kasih mereka. Di semua bagian dunia kita belajar mengenal Allah.
Kita juga sangat tahu bahwa kita telah juga mengambil keuntungan dari setiap kesempatan -melalui kita sebagai penonton TV dan pendengar radio untuk menasehati anak-anak kita bahwa ada cinta yang kuat dan lembut di dalam Allah.
Dan sekarang kita dibawa pada kesimpulan untuk (seyogyanya) menjadi manusia bahagia dan bermanfaat bagi sesama.
Komentar