Langsung ke konten utama

Berkah Dalem

Makna Berkah Dalem. Kata Berkah berasal dari kata Arab, "barakah" yang memiliki makna: kebaikan dan bersifat tetap dan terus menerus. Kata ini diambil dari "birkah" yang berarti tempat berhimpunannya air. Air merupakan sumber kehidupan. Bangsa Arab merupakan negara padang gurun dan air merupakan hal
yang sangat vital. Demikianlah, maka maka air sebagai berkah.
Dalem itu rumah. Kata itu dipakai sebenarnya oleh para abdi di Keraton. Dengan menyebut Dalem, itu menunjuk pada Sultan, sang empunya dalem (rumah atau keraton). Bagi orang Jawa, tidak sopan menunjuk langsung orangnya (bhs. Latin: ad hominem yang berarti langsung menunjuk orangnya). Maka secara implisit menunjuk melalui rumahnya. Kita juga kenal dengan istilah sampeyan yang berarti kaki. Atau panjenengan yang berarti tongkat. Panjenengan paling halus karena semakin jauh dari subyek yang dimaksud. 
Menurut cerita, pada waktu itu orang menggunakan Deo gratias. Deo (bhs. Latin) artinya: Tuhan. Gratias (bhs. Latin) artinya berkat atau berkah. Tetapi bagaimana orang-orang nggunung menggunakan kata itu? Maka dicarilah bahasa lokal. Seorang pastor Jesuit di sebuah paroki di desa menciptakan istilah Berkah Dalem. Kalau orang Manado, jika bertemu orang selalu berkata, "Dominus Vobiscum"
Coba lihat paralelnya:
  1. Deo - Deus - Gusti - Sampeyan Dalem -> (Dalem)

  2. Gratias - Gratia - (Grace) - berkat / berkah
Tapi, ini makna etimologis. Makna spiritualnya bagi perambatan iman umat melampaui bahasa. Meski tidak tahu karakter historis dan teologisnya, sebagai ekspresi iman, kata-kata tersebut menjadi ‘cara berada’ umat Katolik saat ini. Sapaan ini melampaui tempus, signum, dan verbum itu sendiri. Ungkapan ini ada berkaitan dengan sense partikular umat tertentu. Bukan secara global-mondial-universal
Merenungkan kembali makna sapaan “Berkah Dalem”, rumusan kata yang di ucapkan ketika umat kristiani bertemu satu sama lain. Kita diajak untuk menjadi berkat satu terhadap yang lain, seperti para gembala yang mengunjungi Yesus di Betlehem, menjumpai bayi Yesus, Bunda Maria dan Bapa Yosef, dan menjadi berkat bagi keluarga Nazareth. Bahwa salah satu makna menjadi berkat bagi orang lain adalah berbicara tentang apa yang baik dari orang lain. Selain itu, berbicara dengan memilih kata-kata yang baik, yang membawa damai, yang mempersatukan dalam pergaulan sehari-hari.

sumber & insprasi : berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Ketika Piring Pecah: Fenomena Sederhana yang Menarik Perhatian

Pernahkah kamu menaruh dua piring nasi panas di meja, lalu beberapa saat kemudian salah satu piringnya tiba-tiba pecah menjadi dua? Kejadian ini sering bikin kita terkejut, bahkan sedikit penasaran. Apakah ini cuma kebetulan, atau ada penjelasan ilmiahnya? Fenomena ini sebenarnya berhubungan dengan perbedaan suhu dan sifat material piring . Piring keramik atau porselen, misalnya, tahan panas tapi punya batas. Ketika nasi panas diletakkan di atas piring, panas dari nasi merambat ke piring, membuat permukaan piring mengembang. Kalau piringnya memiliki cacat halus atau retakan mikro , tekanan akibat pemuaian panas bisa cukup untuk membuatnya retak atau pecah. Kadang, satu piring pecah sementara yang lain aman—ini tergantung kualitas piring, ketebalan, dan distribusi panas . Selain itu, faktor lingkungan juga berperan. Meja yang dingin atau permukaan yang tidak rata bisa menimbulkan perbedaan suhu yang drastis di bagian piring , meningkatkan risiko retak. Fenomena ini sering disebut seb...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.