Langsung ke konten utama

Ramalan Bintang

Ramalan bintang adalah suatu ramalan yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tatasurya (planet, bulan dan matahari) dengan nasib manusia dalam segala aspek seperti percintaan, karir, keuangan dan lain sebagainya. Ramalan bintang zodiak sebenarnya telah ada sejak ratusan tahun lalu. Berasal dari bahasa Yunani zoodiacos cyclos yang artinya lingkaran hewan. Lingkaran hewan yang dimaksudkan ialah lingkaran khayal di langit dengan lebar 18 derajat yang berpusat pada lingkaran ekliptika.Lingkaran ekliptika merupakan garis khayal pada bola langit. Pada sepanjang lingkaran ekliptika terdapat 13 rasi bintang yang disebut zodiak. Beberapa sumber menyatakan awal mula ramalan bintang zodiak berasal dari peradaban Lembah Sungai Eufrat yang semula hanya ada 6 kemudian dipecah menjadi 12 karena kemunculan bulan purnama yang 12 kali pada lingkaran tersebut tiap tahunnya.

Dua belas rasi bintang yang dimaksud adalah Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius dan Capricorn. Ke-12 zodiak ini memiliki simbol dan dilalui matahari pada waktu tertentu. Periode matahari berada pada rasi bintang tersebutlah yang saat ini kita cocokkan dengan tanggal lahir kita, sehingga kita tahu rasi bintang kita dan dapat mengetahui ramalan bintang zodiak kita. 
Ramalan bintang biasanya sangat berpengaruh pada diri seorang remaja. Remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Hampir seluruh majalah/tabloid remaja di Indonesia memiliki rubrik ramalan bintang. Rubrik ramalan bintang menjadi magnet bagi remaja untuk dibaca. Setiap orang mendapatkan pengaruh yang berbeda-beda setelah membaca ramalan bintang.
Dampak yang ditimbulkan dari ramalan bintang biasanya mempengaruhi kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan atas kemampuan diri sendiri. Dengan segala kecenderungan sifat-sifat remaja yang memang dalam usia peralihan mencari identitas diri sangat memungkinkan ramalan bintang akan memengaruhi kepercayaan diri seorang remaja.
Ada banyak remaja yang membaca rubrik ramalan bintang dalam sebuah tabloid/majalah. Banyak pula dari mereka yang akan merasa sedih jika ramalan bintang di majalah mengatakan bahwa mereka akan mengalami hal-hal yang buruk dan akan senang jika ramalan bintang mengatakan bahwa mereka akan mengalami hal-hal baik di minggu ini. Mereka akan lebih menjaga kesehatan jika ramalan bintang mengatakan bahwa mereka akan sakit bulan ini. Mereka akan merasa takut dalam menanggapi masalah ketika ramalan bintang mengatakan bahwa mereka akan kesulitan dalam menghadapi masalah-masalah di bulan ini. Mereka akan merasa tidak percaya diri/galau/sedih ketika ramalan bintang mengatakan bahwa mereka dan pasangannya akan putus. Mereka akan termotivasi untuk belajar lebih keras ketika ramalan bintang mengatakan bahwa akan mendapatkan nilai buruk di sekolah. Mereka akan lebih berhemat ketika ramalan bintang mengatakan bahwa keuangan akan sedikit kacau. Mereka akan merasa stress/sedih/tertekan ketika ramalan bintang mengatakan bahwa orang dengan zodiak yang sama  dengan mereka adalah orang yang arogan. Mereka akan merasa rendah dibandingankan orang lain yang ramalan bintangnya lebih bagus.
Semua tentang ramalan bintang akan mempunyai pengaruh yang berbeda pada tiap remaja. Pengaruh positifnya adalah bisa meningkatkan motivasi seorang remaja untuk melakukan hal-hal yang lebih baik untuk dirinya. Pengaruh negatifnya, bisa menurunkan rasa percaya diri seorang remaja setelah mengetahui ramalan bintangnya buruk. Munculnya rasa gelisah yang diakibatkan ramalan bintang yang buruk.
Alangkah baiknya jika remaja  memilih bacaan yang dibaca, belajar menyikapinya dengan bijaksana dan belajar mengatur emosi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Ketika Piring Pecah: Fenomena Sederhana yang Menarik Perhatian

Pernahkah kamu menaruh dua piring nasi panas di meja, lalu beberapa saat kemudian salah satu piringnya tiba-tiba pecah menjadi dua? Kejadian ini sering bikin kita terkejut, bahkan sedikit penasaran. Apakah ini cuma kebetulan, atau ada penjelasan ilmiahnya? Fenomena ini sebenarnya berhubungan dengan perbedaan suhu dan sifat material piring . Piring keramik atau porselen, misalnya, tahan panas tapi punya batas. Ketika nasi panas diletakkan di atas piring, panas dari nasi merambat ke piring, membuat permukaan piring mengembang. Kalau piringnya memiliki cacat halus atau retakan mikro , tekanan akibat pemuaian panas bisa cukup untuk membuatnya retak atau pecah. Kadang, satu piring pecah sementara yang lain aman—ini tergantung kualitas piring, ketebalan, dan distribusi panas . Selain itu, faktor lingkungan juga berperan. Meja yang dingin atau permukaan yang tidak rata bisa menimbulkan perbedaan suhu yang drastis di bagian piring , meningkatkan risiko retak. Fenomena ini sering disebut seb...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.