Jika seseorang tumbuh (sebut saja Mr.X) di sebuah rumah dengan orangtua seorang peminum berat dan selalu menyaksikan dan juga korban kekerasan rumah tangga, tentu kita akan mengakui bahwa itu merupakan faktor dalam kehidupan awal yang membuat Mr.X itu kecanduan alkohol. Dia bisa saja mulai minum ketika ia baru berusia 12 tahun.
Mungkin, Mr.X menyadari bahwa bagaimanapun ia ditakdirkan untuk sesuatu yang baik. Tetapi acapkali pendidikan moral dan agama, tidak membuatnya berjalan 'di jalan yang benar' untuk beberapa waktu. Bagaimanapun, setiap orang yang percaya tahu, bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memberi perhatian pada umatNYA.
Bisa saja pernikahannya berantakan karena minuman keras. Pada saat itu dia bisa saja untuk sementara waktu menjadi sadar, mulai melakukan pendekatan kepada Tuhan, berdoa agar Tuhan membantu menyelamatkan hubungannya. Namun Mr.X (dan saya rasa kita semua) tidak menyadari bahwa ia hanya sedang mencoba utuk menggunakan Tuhan seperti mesin penjual otomatis besar di langit.
Pada pernikahan kedua, mungkin Mr.X akan melakukan segalanya jauh lebih baik pada awalnya, mulai tahu kapan harus berhenti untuk 'minum', tetapi kemudian lambat laun akan kembali minum terus dan bahkan semakin buruk sampai pada titik dimana ia membutuhkan alkohol sebagai candu. Dalam keadaan itu, bisa saja ia kehilangan bisnisnya dan tidak mampu untuk menjaga sejumlah pekerjaan lainnya karena kecanduannya.
Mencapai titik terendah (mungkin) ketika kakaknya meninggal. Ketika dalam keadaan mabuk, jatuh dan memukul kepalanya, yang membutuhkan pembedahan darurat namun tubuhnya, yang rusak parah oleh penyalahgunaan alkohol, tidak bisa di operasi yang pada akhirnya berakhir pada kematian. Mr.X sendiri dipenjara karena kecanduannya. Pada saat itu Mr.X bisa jadi kembali mengingat Tuhan, mohon ampun untuk semua kesalahannya dan mungkin berharap untuk mati, karena kondisi tubuhnya yang kecanduan benar-benar membutuhkan minum. Tetapi acapkali pengalaman seperti itu, tidak segera menyadarkan seseorang untuk bertobat, melainkan terus minum seperti biasa selepas dari keadaan itu.
Namun, Tuhan tidak pernah berhenti memberi perhatian pada umatNYA, DIA bisa bertindak lebih cepat untuk menyelamatkan umatNYA.
Seseorang bisa saja menjadi sadar, merasa bersalah dan membuang seluruh kaleng bir di tangannya dan berkata pada istrinya, "Aku akan mencari bantuan." kemudian pergi ke rumah sakit, menyelesaikan program rawat inapnya, mencapai ketenangan dan menjadi bangga pada dirinya karena merasa lebih baik dan lupa bahwa itu adalah Tuhan yang menguatkan dia untuk bisa mencapai ketenangan dan yang telah tinggal dengannya selama menjalani detoks.
Setelah itu, mungkin ia memutuskan untuk pindah rumah, mengakhiri pernikahan lamanya dan siap memulai hidup baru tanpa alkohol.
Tetapi bisa jadi Tuhan mempunyai rencana yang berbeda.
Mobilnya bertabrakan dengan SUV besar dan ia berakhir di rumah sakit dengan tulang belakang dan panggul retak yang membuat ia tidak mempunyai pilihan selain kembali dengan istrinya dan untuk pulih. Dalam keadaan ketika seseorang tak berdaya itulah, ketika kita hanya bisa melihat ke atas, baru pada ahirnya kita bisa melihat Allah.
Istrinya yang terus menerus berdoa untuk pernikahan mereka dan untuk pemulihannya. Sementara melalui saluran TV selama masa pemulihan, ia bisa menemukan sesuatu yang menyentuh hatinya. Kemudian mulai membersihkan dan membaca kitab sucinya. Selanjutnya ketika tiba saatnya untuk melepas penyangga punggungnya, mulai menyadari bahwa ia merasa akhirnya sembuh dari masa lalunya yang rusak dan telah jatuh cinta dengan istrinya lagi. Di sinilah sesungguhnya seseorang itu telah belajar mencintai Tuhan juga dan melakukan apa yang diinginkanNya dengan sepenuh hati.
Terkadang seseorang tidak menyadari akan perbuatan / karya Tuhan dalam hidupnya sampai seseorang menunjukkan padanya bahwa Allah begitu baik. Menghadirkan seorang istri yang baik, dan tempat di mana sang istri bekerja memberi kemungkinan waktu untuk ia mendampingi suami selama perawatan, memberi waktu libur yang cukup untuk kegiatan bersama, dll.
Kita tidak tahu ke mana Tuhan menuntun kita sekarang, tetapi kita tahu Tuhan memegang kendali. Bagi siapa pun yang masih berjuang untuk menemukan Tuhan, pada titik terendah dalam kehidupannya, secara emosional, ia yang mempunyai dosa / kesalahan akan membuat seorang yang paling berdosa / bersalah, malu. Jika Tuhan bisa menarik ia (yang berdosa/bersalah) kembali., DIA bisa melakukan hal yang sama bagi siapa pun. Semua hal adalah mungkin bersama NYA.
Mungkin, Mr.X menyadari bahwa bagaimanapun ia ditakdirkan untuk sesuatu yang baik. Tetapi acapkali pendidikan moral dan agama, tidak membuatnya berjalan 'di jalan yang benar' untuk beberapa waktu. Bagaimanapun, setiap orang yang percaya tahu, bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memberi perhatian pada umatNYA.
Bisa saja pernikahannya berantakan karena minuman keras. Pada saat itu dia bisa saja untuk sementara waktu menjadi sadar, mulai melakukan pendekatan kepada Tuhan, berdoa agar Tuhan membantu menyelamatkan hubungannya. Namun Mr.X (dan saya rasa kita semua) tidak menyadari bahwa ia hanya sedang mencoba utuk menggunakan Tuhan seperti mesin penjual otomatis besar di langit.
Pada pernikahan kedua, mungkin Mr.X akan melakukan segalanya jauh lebih baik pada awalnya, mulai tahu kapan harus berhenti untuk 'minum', tetapi kemudian lambat laun akan kembali minum terus dan bahkan semakin buruk sampai pada titik dimana ia membutuhkan alkohol sebagai candu. Dalam keadaan itu, bisa saja ia kehilangan bisnisnya dan tidak mampu untuk menjaga sejumlah pekerjaan lainnya karena kecanduannya.
Mencapai titik terendah (mungkin) ketika kakaknya meninggal. Ketika dalam keadaan mabuk, jatuh dan memukul kepalanya, yang membutuhkan pembedahan darurat namun tubuhnya, yang rusak parah oleh penyalahgunaan alkohol, tidak bisa di operasi yang pada akhirnya berakhir pada kematian. Mr.X sendiri dipenjara karena kecanduannya. Pada saat itu Mr.X bisa jadi kembali mengingat Tuhan, mohon ampun untuk semua kesalahannya dan mungkin berharap untuk mati, karena kondisi tubuhnya yang kecanduan benar-benar membutuhkan minum. Tetapi acapkali pengalaman seperti itu, tidak segera menyadarkan seseorang untuk bertobat, melainkan terus minum seperti biasa selepas dari keadaan itu.
Namun, Tuhan tidak pernah berhenti memberi perhatian pada umatNYA, DIA bisa bertindak lebih cepat untuk menyelamatkan umatNYA.
Seseorang bisa saja menjadi sadar, merasa bersalah dan membuang seluruh kaleng bir di tangannya dan berkata pada istrinya, "Aku akan mencari bantuan." kemudian pergi ke rumah sakit, menyelesaikan program rawat inapnya, mencapai ketenangan dan menjadi bangga pada dirinya karena merasa lebih baik dan lupa bahwa itu adalah Tuhan yang menguatkan dia untuk bisa mencapai ketenangan dan yang telah tinggal dengannya selama menjalani detoks.
Setelah itu, mungkin ia memutuskan untuk pindah rumah, mengakhiri pernikahan lamanya dan siap memulai hidup baru tanpa alkohol.
Tetapi bisa jadi Tuhan mempunyai rencana yang berbeda.
Mobilnya bertabrakan dengan SUV besar dan ia berakhir di rumah sakit dengan tulang belakang dan panggul retak yang membuat ia tidak mempunyai pilihan selain kembali dengan istrinya dan untuk pulih. Dalam keadaan ketika seseorang tak berdaya itulah, ketika kita hanya bisa melihat ke atas, baru pada ahirnya kita bisa melihat Allah.
Istrinya yang terus menerus berdoa untuk pernikahan mereka dan untuk pemulihannya. Sementara melalui saluran TV selama masa pemulihan, ia bisa menemukan sesuatu yang menyentuh hatinya. Kemudian mulai membersihkan dan membaca kitab sucinya. Selanjutnya ketika tiba saatnya untuk melepas penyangga punggungnya, mulai menyadari bahwa ia merasa akhirnya sembuh dari masa lalunya yang rusak dan telah jatuh cinta dengan istrinya lagi. Di sinilah sesungguhnya seseorang itu telah belajar mencintai Tuhan juga dan melakukan apa yang diinginkanNya dengan sepenuh hati.
Terkadang seseorang tidak menyadari akan perbuatan / karya Tuhan dalam hidupnya sampai seseorang menunjukkan padanya bahwa Allah begitu baik. Menghadirkan seorang istri yang baik, dan tempat di mana sang istri bekerja memberi kemungkinan waktu untuk ia mendampingi suami selama perawatan, memberi waktu libur yang cukup untuk kegiatan bersama, dll.
Kita tidak tahu ke mana Tuhan menuntun kita sekarang, tetapi kita tahu Tuhan memegang kendali. Bagi siapa pun yang masih berjuang untuk menemukan Tuhan, pada titik terendah dalam kehidupannya, secara emosional, ia yang mempunyai dosa / kesalahan akan membuat seorang yang paling berdosa / bersalah, malu. Jika Tuhan bisa menarik ia (yang berdosa/bersalah) kembali., DIA bisa melakukan hal yang sama bagi siapa pun. Semua hal adalah mungkin bersama NYA.
Komentar