Langsung ke konten utama

Hujan Sekarang Ini

Masuk musim penghujan maka sepanjang hari akan sering di guyur hujan.
Sepanjang hari potensi hujan cukup tinggi. Belum lagi jika masuk fase bulan mati di mana ada pasang surut air maksimum atau yang biasa di sebut rob. Dengan adanya rob, perlu kewaspadaan yang sangat tinggi jika ditambah dengan hujan yang mengguyur. Sebab yang tadinya air mengalir ke laut, malah membendung ke luar.

Pada satu sisi, turunnya air hujan merupakan dambaan setiap makhluk. Karena dengan air hujan manusia dan hewan mendapatkan suplai air minum yang tidak terbatas. Tanaman dan pepohonan tumbuh dengan cepat dan kemudian bisa dinikmati hasilnya. Lingkungan dan ekosisitem akan terjaga dengan baik.
Pada sisi lain, hujan lebat yang terus menerus menimbulkan berbagai macam musibah. Longsor dan banjir di berbagai daerah, jalan dan jembatan putus, kompleks-kompleks perumahan (bahkan kompleks perumahan mewah) dan stasiun kereta api tidak luput dari genangan air.
Semua ini merupakan tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Dialah yang menentukan dan menurunkan air hujan, kapan dan di mana di kehendakiNya. Manusia hanya bisa memprediksi dan memperkirakan berdasarkan fenomena yang terjadi di langit dan awan yang bergerak di atas.
Di sinilah manfaat manusia di beri otak untuk berpikir. Bahwa dengan pikirannya manusia bisa membuat dan atau merekayasa infrastruktur yang dibutuhkan atau tindakan yang diperlukan. Misalnya, membuat bendungan yang kokoh, memperbanyak daerah resapan air, memperbesar dan mengeruk danau-danau untuk menampung air, memperbaiki jembatan dan jalan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan penebangan liar, dll.
Manusia selalu menemukan cara baru untuk mencegah dan mengurangi kerusakan akibat banjir. Termasuk pembangunan infrastruktur, pemeliharaan jangka panjang serta kesiapsiagaan pada saat terjadi bencana. Desain atau rancang bangun yang tidak terencana dengan baik adalah penyebab utama dari banyak kerusakan yang terjadi pada saat bencana, termasuk banjir, gempa bumi, tsunami atau bencana alam lainnya. Betapa sulitnya perencanaan dan pengaturan tata kota, terutama mengatasi masalah akibat kelangkaan lahan dan pengembangan lahan yang cepat. Para pemimpin kota harus memikirkan pembangunan kota dan menunjuk di mana daerah terbaik untuk pembangunan selanjutnya dan (semestinya) mendapatkan informasi mengenai lingkungan terkait, sehingga dapat membuat rencana yang sesuai.
Dan pada saat terjadi bencana, tenaga tanggap darurat pun dapat lebih siap dan mampu menangani situasi darurat dengan cepat dan efektif. Perlu juga mempertimbangkan bagaimana meningkatkan kualitas jalan raya, jalan bebas hambatan dan dinding pemisah laut. Mengkaji kembali desain tehnik dan arsitektur dari bangunan yang ada dan tata ruang lingkungan sekitarnya, termasuk infrastruktur bawah tanah. Perencanaan darurat yang mempersiapkan dampak banjir yang mencakup bangunan dan badan-badan layanan publik serta jaringan telekomunikasi, mengetahui fasilitas listrik, jaringan komunikasi, air dan limbah cair yang mungkin terkena dampak banjir.
Tugas kita sebagai manusia adalah bahu-membahu dan kerja sama dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah. Sambil, terus memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan.
Tidak kalah pentingnya, terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, bukan malah memperbanyak maksiat dan kedurhakaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...