Empati biasanya tumbuh dari masa anak-anak, mengikuti pola asuh orangtua. Mereka yang sejak kecil sering dilibatkan untuk memahami kesulitan orang lain, basanya akan lebih peka dan mudah tergerak hatinya untuk membantu sesama.
Penggerak seseorang untuk berbuat baik kepada sesama adalah rasa empati. Seorang psikolog mendefinisikan empati sebagai kemampuan untuk 'melihat dengan mata orang lain, mendengar dengan telinga orang lain dan merasakan dengan orang lain'. Mereka yang memiliki empati biasanya lebih peka dalam merasakan penderitaan orang lain, sehingga timbul keinginan untuk membantu atau meringankan penderitaan sesama.
Membantu sesama memang tak cukup hanya niat, tapi juga melibatkan kesungguhan hati dan perjuangan. Sekalipun misinya murni membantu, kehadiran seseorang kadang tidak langsung diterima, misalnya mendapat perlakuan sinis, dll.
Menyalurkan rasa kepedulian kepada sesama memang tidak ada pakemnya. Jika kita berempati dan berminat melakukan sesuatu untuk membantu orang lain, tidak perlu melakukan sesuatu yang ekstrem, misalnya keluar dari pekerjaan saat ini agar bisa full time menjadi pekerja sosial. Atau, kita juga tidak harus menghimpun dana besar untuk bisa mendirikan yayasan sosial. Walaupun penggalangan dana untuk membantu sesama yang membutuhkan memungkinkan orang mencapai hal-hal luar biasa dengan mudah. Namun, banyak jalan untuk berbagi. Kuncinya niat dan berbuat.
Tidak perlu muluk-muluk. Mulailah lakukan apa yang bisa kita perbuat saat ini semampu kita, di lingkungan terdekat. Bila memiliki potensi lebih besar, kita bisa bergerak ke skala yang lebih luas, hingga ke lingkup nasional atau bahkan internasional.
Ketika kita berbuat baik pada seseorang, jangan memikirkan reaksi orang. Karena apa pun bentuknya, jika dilakukan dengan ikhlas, kita akan memperoleh kenikmatan tersendiri. Dan tanpa harus berbuat banyak pun, kita tetap bisa membantu orang lain. Dengan memiliki perasaan bahagia dalam diri, kita akan memancarkan aura positif dan bisa menjadi penerang bagi orang lain.
Dari peristiwa kehidupan yang menantang seperti kecelakaan dan penyakit atau peristiwa-peristiwa kehidupan yang lain, bantu membantu tetap menjadi salah satu cara terbaik. Bantu membantu dan saling memperkuat antara satu sama lain, membantu sesama yang berada dalam kesusahan hidup merupakan kekuatan dan rahasia mencapai kegemilangan hidup. Jadi, marilah kita bersama-sama menebar kebaikan dengan saling bantu membantu dalam perkara yang baik.
Komentar