Langsung ke konten utama

Menjalin Silahturahmi


Dalam Kamus Bahasa Indonesia, silahturahmi artinya tali persahabatan (persaudaraan). Silahturahmi adalah tentang berbuat baik kepada para kerabat dekat -baik menurut garis keturunan maupun perkawinan-, berlemah lembut dan mengasihi, serta memiliki makna yang luas dan bentuk yang beragam.

Beberapa bentuk silahturahmi,
  • bertegur sapa dengan sesama apabila berjumpa
  • memenuhi undangan ketika diundang oleh orang lain
  • menjenguk orang yang sakit
  • mengantar jenasah
  • saling tolong menolong dalam kebaikan
  • dll
Sebenarnya, kita akan beroleh keuntungan dengan tetap menjalin silahturahmi, baik dengan para kerabat ataupun di luar kerabat. Dengan semakin bertambahnya relasi, bisa pula bertambah peluang, membuka lahan bagi bertambahnya rejeki kita. Walaupun rejeki tidak selalu berarti bertambahnya nominal harta yang kita miliki. Memberikan manfaat bagi orang lain, bisa melimpahkan banyak berkah didalam hidup kita yang kemudian hari bermanfaat di akhirat bagi kita. Dan apa yang kita lakukan (bisa jadi) terus dikenang dan didoakan oleh setiap orang yang masih hidup walaupun kita (mungkin) sudah meninggal.
Seringkali, penyebab terputusnya silahturahmi ialah banyaknya kesibukan manusia dan jarak yang jauh. Tetapi orang yang memperhatikan pentingnya silahturahmi, meskipun banyak beban yang harus dipikul dan belum mempunyai sarana transportasi dan komunikasi, akan tetap memiliki waktu untuk mengunjungi kerabatnya dan membantu tetangganya. Coba lihat pada diri sendiri, berapa sering kita bercengkerama dengan sahabat-sahabat, tetapi tidak memasukkan dalam agenda kegiatan untuk berkunjung ke salah satu kerabat...
Sebab utama yang menghalangi kita bersilahturahmi adalah buruknya pengaturan dan manajemen waktu. Kita sering mendapati seseorang bekerja pada pagi hari, setelah itu menyibukkan diri dengan pekerjaan lain pada sisa harinya. Kesibukan yang berlebihan dalam kehidupan dunia, seringkali membuat kita mengabaikan hak-hak keluarga, anak-anak, kedua orangtua dan kerabat.
Bersilahturahmi selain dapat dilakukan dengan cara berkunjung, dapat juga kita lakukan dengan menanyakan kabar atau keadaan mereka, baik melalui surat, telepon ataupun sms.
Memang, bersilahturahmi secara benar, membutuhkan kesungguhan tekad dan bukti. Kita tidak hanya merekayasa gerak gerik tubuh, tetapi dituntut menata hati agar memiliki kekuatan untuk berbuat lebih bermutu. Sikap mental yang harus dilatih agar punya kemampuan silahturahmi secara utuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebutuhan Imam dalam Gereja Katolik: Panggilan yang Semakin Langka

Gereja Katolik, sebagai umat Allah yang berziarah di dunia, sangat bergantung pada pelayanan para imam dalam mewartakan Injil, merayakan sakramen, dan menggembalakan umat. Namun, dewasa ini, Gereja menghadapi tantangan serius: semakin berkurangnya jumlah imam, sementara kebutuhan umat terus meningkat. Fenomena ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh umat Katolik untuk merenungkan kembali pentingnya imamat dan peran kita dalam mendorong tumbuhnya panggilan suci ini. Realita Krisis Panggilan Data dari berbagai keuskupan menunjukkan tren penurunan jumlah seminaris dan imam baru. Di banyak wilayah, satu imam harus melayani beberapa paroki sekaligus, sehingga mengurangi intensitas pembinaan umat secara personal dan pastoral. Sementara itu, jumlah umat terus bertambah, kebutuhan pelayanan sakramen tetap tinggi, dan tantangan pastoral semakin kompleks di tengah perubahan zaman. Peran Imam dalam Kehidupan Gereja Imam bukan sekadar pemimpin liturgi, tetapi pribadi yang hadir sebagai alter C...

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It . Monolog ini mengumpamakan dunia ini sebagai sebuah panggung sandiwara dan kehidupan manusia seperti sebuah sandiwara, dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia : bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon , dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya". Maksud Shakespeare adalah bahwa dunia ini tidak lain adalah panggung teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan.

Melihat, Mengerti, dan Percaya: Sebuah Perjalanan Kesadaran

Setiap manusia menjalani proses kehidupan yang tak lepas dari pengalaman, pencarian makna, dan pencapaian keyakinan. Dalam proses ini, tiga kata sederhana — melihat , mengerti , dan percaya — menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memahami dunia dan diri sendiri. "Melihat" bukan sekadar menggunakan indera penglihatan. Ia merupakan simbol dari kesadaran awal , di mana kita mulai menyadari adanya sesuatu di hadapan kita. Melihat bisa bermakna menyaksikan peristiwa, mengenali tanda-tanda kehidupan, atau membaca situasi secara lahiriah. Namun, tidak semua yang kita lihat mampu kita pahami. Ada kalanya kita memandang sesuatu, tetapi tidak menangkap makna di baliknya. Oleh karena itu, melihat hanyalah awal — sebuah undangan untuk menggali lebih dalam. Setelah melihat, langkah berikutnya adalah mengerti . Ini adalah tahap di mana pikiran mulai mencerna, hati mulai merasa, dan jiwa mulai bertanya. Mengerti adalah jembatan antara pengamatan dan kebijaksanaan. Menger...