Dalam sejarah manusia, perempuan di ciptakan Tuhan untuk menjadi pendamping pria. Di ciptakan dari tulang rusuk pria. Tulang rusuk berfungsi sebagai kerangka yang menyusun kekuatan tubuh. Jadi
perempuan itu juga bagian yang dapat membangun dan menegakkan
kehidupan. Dengan tulang rusuk maka banyak organ-organ
yang lunak terlindung. Sama halnya dengan perempuan, ia dapat menjaga
kehidupan keluarganya, anak-anaknya yang masih lemah.
Perlakukanlah perempuan secara baik-baik. Hal ini untuk menjaga agar jiwa perempuan tidak patah,sehingga dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai ibu, istri, maupun sebagai insan perempuan itu sendiri. Karena tugasnya itulah perempuan diberi kekuatan oleh Allah.
Allah telah memberikan kekuatan pada perempuan, karena ditangannya akan terlahir penerus keturunan. Anak yang baik terlahir dari kehebatan seorang ibu yang mengasuh dan membesarkannya.
Di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat yang mendampinginya.
Sejatinya perempuan harus di perlakukan dengan baik, agar jiwanya terbangun dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih dan sayang sepanjang waktu dalam mendampingi anak-anak dan keluarganya tanpa perasaan tersakiti. Sehingga di harapkan perempuan dapat menjalankan fungsinya dengan baik di dalam keluarga maupun masyarakat.
Namun adakalanya, pria tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Dan dengan sengaja atau tidak, telah menjadikan jiwa perempuan patah dan menimbulkan perasaan tersakiti. Sebagian besar perempuan akan membicarakan dulu pada pasangannya mengenai keluhannya. Bila tidak ada tanggapan, ada perempuan yang memilih untuk meninggalkan pasangannya atau melakukan perselingkuhan. Merasa stres dan menemukan orang baru yang dianggap lebih mengerti dirinya, itulah yang sering menjadi alasan. Tetapi ada banyak pula yang bertahan dalam perkawinan oleh karena prinsip dan keyakinan untuk tetap memegang kesucian dan kesetiaan dalam hidup perkawinan.
Menurut sebuah penelitian dari Universitas di Kanada, alasan di balik perselingkuhan untuk kaum pria adalah tingkat seksual yang semakin besar. Beda dengan perempuan. Ketidakpuasan pada kadar hubungan yang dimilikinya yang seringkali memicu terjadi perselingkuhan. Hubungan yang dimaksud di sini bukan sekedar seks tapi juga kedekatan emosional dengan pasangan, merasa dianggap atau dipedulikan, mendapat perhatian dan merasa dihargai sehingga perempuan merasa nyaman. Walaupun tak jarang, masalah ekonomi juga menjadi penyebab perceraian.
Jadi, ada baiknya bahwa pria pun belajar menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang rajin, dan yang tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Turut mendukung perempuan memposisikan dirinya sebagai subyek, sebagai individu yang yang memiliki kuasa atas dirinya dan kendali akan potensi serta kualitas yang dimilikinya. Jika potensi ini disadari dan diarahkan akan memberi hal positif bagi dirinya. Bahkan, bagi orang lain dan lingkungannya. Perempuan yang memposisikan dirinya sebagai subyek adalah perempuan terhormat yang merupakan anugerah terbesar bagi keluarganya, masyarakatnya, dan bagi dunia tempat kita berada.
KENALI DAN SAYANGI 'TULANG RUSUKMU'
Perlakukanlah perempuan secara baik-baik. Hal ini untuk menjaga agar jiwa perempuan tidak patah,sehingga dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai ibu, istri, maupun sebagai insan perempuan itu sendiri. Karena tugasnya itulah perempuan diberi kekuatan oleh Allah.
Allah telah memberikan kekuatan pada perempuan, karena ditangannya akan terlahir penerus keturunan. Anak yang baik terlahir dari kehebatan seorang ibu yang mengasuh dan membesarkannya.
Di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat yang mendampinginya.
Sejatinya perempuan harus di perlakukan dengan baik, agar jiwanya terbangun dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih dan sayang sepanjang waktu dalam mendampingi anak-anak dan keluarganya tanpa perasaan tersakiti. Sehingga di harapkan perempuan dapat menjalankan fungsinya dengan baik di dalam keluarga maupun masyarakat.
Namun adakalanya, pria tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Dan dengan sengaja atau tidak, telah menjadikan jiwa perempuan patah dan menimbulkan perasaan tersakiti. Sebagian besar perempuan akan membicarakan dulu pada pasangannya mengenai keluhannya. Bila tidak ada tanggapan, ada perempuan yang memilih untuk meninggalkan pasangannya atau melakukan perselingkuhan. Merasa stres dan menemukan orang baru yang dianggap lebih mengerti dirinya, itulah yang sering menjadi alasan. Tetapi ada banyak pula yang bertahan dalam perkawinan oleh karena prinsip dan keyakinan untuk tetap memegang kesucian dan kesetiaan dalam hidup perkawinan.
Menurut sebuah penelitian dari Universitas di Kanada, alasan di balik perselingkuhan untuk kaum pria adalah tingkat seksual yang semakin besar. Beda dengan perempuan. Ketidakpuasan pada kadar hubungan yang dimilikinya yang seringkali memicu terjadi perselingkuhan. Hubungan yang dimaksud di sini bukan sekedar seks tapi juga kedekatan emosional dengan pasangan, merasa dianggap atau dipedulikan, mendapat perhatian dan merasa dihargai sehingga perempuan merasa nyaman. Walaupun tak jarang, masalah ekonomi juga menjadi penyebab perceraian.
Jadi, ada baiknya bahwa pria pun belajar menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang rajin, dan yang tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Turut mendukung perempuan memposisikan dirinya sebagai subyek, sebagai individu yang yang memiliki kuasa atas dirinya dan kendali akan potensi serta kualitas yang dimilikinya. Jika potensi ini disadari dan diarahkan akan memberi hal positif bagi dirinya. Bahkan, bagi orang lain dan lingkungannya. Perempuan yang memposisikan dirinya sebagai subyek adalah perempuan terhormat yang merupakan anugerah terbesar bagi keluarganya, masyarakatnya, dan bagi dunia tempat kita berada.
KENALI DAN SAYANGI 'TULANG RUSUKMU'
Komentar